Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 16:29 WIB

Teddy Indra Wijaya Tegaskan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Tak berasal dari Pendidikan

Author

Teddy Indra Wijaya Tegaskan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Tak berasal dari Pendidikan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengadakan konferensi pers terkait tuduhan bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berasal dari anggaran pendidikan dalam APBN 2026.

Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat

Ia menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan menegaskan bahwa masalah sekolah yang rusak bukanlah tanggung jawab program MBG.

Pernyataan Teddy Indra Wijaya di Istana Kepresidenan

Dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jum'at, 27 Februari 2026, Teddy menjelaskan, 'Kemarin ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan.'

Ia meluruskan bahwa narasi tersebut adalah kesalahpahaman dan mengungkapkan bahwa permasalahan sekolah yang terbengkalai sudah ada sejak lama, yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Pencapaian Renovasi Sekolah di Bawah Kepemimpinan Prabowo

Teddy mencatat pentingnya renovasi sekolah yang dilakukan selama pemerintahan Prabowo. 'Faktanya, di tahun 2025 saja, sudah ada sekitar 16.000 sekolah yang direnovasi,' tuturnya.

Ia melanjutkan bahwa total anggaran untuk renovasi tersebut mencapai Rp17 triliun dan dinyatakan resmi di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pendidikan.

Program Pendidikan yang Dijalankan oleh Pemerintahan Prabowo

Teddy menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, tidak ada program strategis pendidikan yang dihentikan. 'Biasanya ada Kartu Indonesia Pintar berjalan. Ada Program Indonesia Pintar berjalan,' ungkapnya.

Ia juga menyoroti inisiatif Sekolah Rakyat bagi anak-anak yang tidak memiliki akses pendidikan, mengatakan, 'Untuk apa? Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat.'

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU