Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah mengonfirmasi bahwa KBRI Teheran terus memantau kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran di tengah ketegangan yang meningkat dengan Amerika Serikat.
Dengan status keamanan Siaga 1 yang masih berlaku, Kemlu RI sudah menyiapkan opsi evakuasi jika diperlukan.
Monitoring Keselamatan WNI
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa meskipun keadaan di Teheran dan kota-kota lain saat ini terlihat kondusif, status Siaga 1 tetap diterapkan.
Heni menjelaskan, "Semua rencana kontingensi tetap disiapsiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan."
KBRI Teheran melakukan komunikasi aktif dengan para WNI untuk memastikan keselamatan mereka. Hingga saat ini, belum ada laporan ancaman langsung terhadap WNI di Iran.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Kewaspadaan bagi WNI
Meskipun situasi saat ini tergolong aman, WNI di Iran diimbau untuk tetap waspada. KBRI meminta agar mereka aktif memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi.
Heni Hamidah mengingatkan, "Kepada seluruh WNI di Iran diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, turut memantau perkembangan situasi terkini, serta menjalin komunikasi dengan KBRI Teheran."
Kewaspadaan tersebut dirasa penting melihat dinamika ketegangan antara AS dan Iran yang terus meningkat, mengingat adanya ancaman dari kedua belah pihak.
Ketegangan antara AS dan Iran
Ketegangan antara AS dan Iran kembali memanas, terutama setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memberikan batas waktu kepada Iran untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir.
Trump menyebutkan, "Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan," menambah ketegangan dengan ancaman akan terjadinya "hal-hal yang sangat buruk" jika kesepakatan gagal tercapai.
Financial Times melaporkan bahwa AS menyiagakan 16 kapal perang dan 7 skuadron udara dengan total 70 jet tempur di berbagai pangkalan di Timur Tengah, yang mendorong negara-negara seperti Jerman, Polandia, Swedia, India, dan Korea Selatan untuk meminta warganya segera meninggalkan Iran.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: