Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 16:46 WIB

Proyek Tanggul Laut Raksasa: Langkah Indonesia Melindungi Pesisir Pantura

Author

Proyek Tanggul Laut Raksasa: Langkah Indonesia Melindungi Pesisir Pantura

Pemerintah Indonesia tengah merancang pembangunan Giant Sea Wall (GSW) sebagai langkah strategis melindungi pesisir Pantai Utara Jawa dari ancaman perubahan iklim. Proyek ambisius ini akan membentang sepanjang 535 kilometer dari Banten hingga Jawa Timur.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Rincian proyek ini menunjukkan cakupan luas yang mencakup lima provinsi, termasuk Banten, Jakarta, dan Jawa Tengah. Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, menekankan pentingnya GSW dalam mendukung keberlanjutan peradaban pesisir.

Detail Proyek Giant Sea Wall

Proyek GSW ini direncanakan mencakup kelima provinsi, meliputi Banten dengan 42,5 kilometer, DKI Jakarta 42,8 kilometer, Jawa Barat 104 kilometer, Jawa Tengah 274,7 kilometer, dan Jawa Timur 71,6 kilometer. Tanggul ini ditargetkan untuk menjangkau lima daerah kota dan 25 kabupaten yang rawan terhadap dampak perubahan iklim.

Menurut Didit Herdiawan Ashaf, GSW tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan fisik bagi garis pantai, tetapi juga untuk melindungi masyarakat dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Infrastruktur ini diharapkan dapat menjadi penyangga yang kuat terhadap perubahan iklim dan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal.

Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer

Pendekatan Berbasis Ilmiah dalam Perlindungan Pesisir

Didit menekankan pentingnya manajemen pesisir yang terukur dan berbasis kajian ilmiah. Proyek GSW merupakan bagian dari sistem terintegrasi yang juga akan mempertimbangkan solusi berbasis alam seperti penguatan ekosistem mangrove.

Kawasan Pantura telah menghadapi berbagai tantangan yang signifikan, mulai dari penurunan muka tanah hingga kenaikan permukaan air laut dan risiko banjir. Saat ini, lebih dari 17 juta penduduk tinggal di daerah yang terkena dampak ini, menjadikan proyek ini vital bagi keberlangsungan hidup mereka.

Dampak Sosial dan Ekonomi GSW

Pembangunan GSW tidak hanya terfokus pada perlindungan, tetapi juga berharap bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan. Tanggul laut akan dimanfaatkan untuk berbagai fasilitas strategis, termasuk jalan tol dan pembangkit listrik, yang akan meningkatkan konektivitas dan potensi ekonomi wilayah.

Didit juga mengingatkan bahwa investasi dalam perlindungan Pantura Jawa adalah langkah jangka panjang. 'Perlindungan Pantura Jawa merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan wilayah pesisir tetap menjadi ruang hidup yang aman, produktif, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang,' ungkapnya menutup penjelasan.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU