Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru saja menerima notifikasi dari pihak Australia mengenai seorang pasien campak yang memiliki riwayat perjalanan di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian serius karena pasien tersebut telah divaksinasi dengan lengkap sebelum pergi ke Perth.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Pasien, seorang perempuan berusia 18 tahun, dilaporkan positif campak setelah mengalami gejala ruam yang muncul saat berada di Perth pada awal Februari 2026. Kemenkes melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani kasus ini secara efektif.
Detail Kasus Pasien Campak
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa pasien melakukan perjalanan menggunakan Batik Air rute Jakarta–Perth pada tanggal 7 hingga 8 Februari 2026. Gejala ruam mulai muncul pada 8 Februari di Perth.
Hasil tes PCR menunjukkan bahwa pasien positif terinfeksi campak. Meskipun demikian, hingga saat ini, hanya tercatat satu kasus campak tanpa kematian, dan informasi lebih lanjut masih ditunggu dari pihak Australia.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Koordinasi Internasional dan Respons Kemenkes
Kemenkes telah mengambil langkah untuk berkoordinasi internasional melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) bersama pihak Australia. Selain itu, mereka juga berkolaborasi dengan WHO Indonesia untuk memastikan respons kesehatan masyarakat yang sesuai dengan standar internasional.
Aji menyatakan bahwa pihak Australia kini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kasus ini dan belum memberikan informasi yang konklusif. Upaya tersebut akan sangat penting guna mencegah penyebaran lebih lanjut dari penyakit campak.
Langkah Penyelidikan Epidemiologi di Indonesia
Dalam upaya menangani situasi ini, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan penyelidikan epidemiologi. Langkah ini juga mencakup penguatan surveilans sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan campak nasional.
Aji memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan tambahan kasus terkait dengan pasien tersebut. Surveilans kesehatan masyarakat akan terus diperketat untuk mendeteksi kemungkinan kasus suspek tambahan demi mencegah penyebaran yang lebih luas.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: