Lima orang pria warga Bangladesh dilaporkan mengalami penyekapan di sebuah vila di Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali. Kasus ini terungkap setelah salah satu korban berhasil melarikan diri dan meminta bantuan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Kepala Seksi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengidentifikasi kelima korban sebagai Abdul Hossain (24), Din (37), Abdul Rahman (29), Shamim Miah (33), dan Mohammad Sana Ullah (41).
Kronologi Penyekapan
Para korban awalnya dijanjikan pekerjaan di Australia oleh pelaku bernama Nuruzzaman alias Rajib (25), yang juga merupakan warga Bangladesh. Mereka diminta untuk datang terlebih dahulu ke Bali, sebelum dikirim ke Australia.
Lima pria tersebut tiba di Bali pada 19 Januari 2026, namun pada 16 Februari 2026, pelaku membawa mereka ke vila di Desa Pemuteran di mana mereka diduga disekap selama satu hari.
Di lokasi tersebut, para korban diikat dengan tali dan lakban serta diancam menggunakan pisau. "Korban diikat dan dilakban. Pelaku juga sempat mengancam menggunakan pisau," ungkap Yohana.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Pengungkapan Kasus
Kasus penyekapan ini tidak diketahui oleh karyawan vila hingga salah satu korban berhasil melarikan diri. Korban yang telah lolos menuju Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IX/Udayana untuk meminta bantuan.
Setelah menerima informasi dari korban, pihak Dodiklatpur berkoordinasi dengan Polsek Gerokgak yang meneruskan penanganan kepada Polres Buleleng. Melalui proses ini, semua korban berhasil diselamatkan.
Kepala Unit (Kanit) III Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Buleleng, Ipda I Ketut Yulio Saputra, menyebutkan bahwa kelima korban disekap selama satu hari dan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
Langkah Selanjutnya dan Penyelidikan
Polisi kini mendalami kasus ini untuk mengungkap motif penyekapan serta kemungkinan adanya unsur tindak pidana lainnya. Saat ini, seluruh korban telah diselamatkan dan dalam kondisi baik.
Penyidik berusaha untuk menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana pelaku dapat menjebak para korban dengan tawaran pekerjaan. Hal ini penting untuk mencegah kasus serupa di masa mendatang.
Keberhasilan pelarian salah satu korban menyoroti pentingnya kerjasama antara masyarakat dan aparat kepolisian dalam mengatasi masalah penyekapan dan penipuan yang semakin marak.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: