Jose Mourinho mendapatkan sorotan tajam setelah insiden rasisme yang dialami oleh Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions melawan Benfica.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Pernyataan Mourinho yang dianggap menyalahkan Vinicius atas insiden tersebut menimbulkan kritik dari berbagai kalangan, termasuk Vincent Kompany.
Insiden Rasisme di Pertandingan Liga Champions
Pertandingan yang berlangsung pada 18 Februari 2026 ini menjadi sorotan karena insiden rasisme yang melibatkan Vinicius Junior. Dalam momen tertentu, Vinicius dikatai dengan istilah rasis oleh Gianluca Prestianni, gelandang Benfica, yang membuat pertandingan terhenti sejenak.
Reaksi marah Vinicius terhadap perlakuan rasis tersebut menunjukkan ketegangan yang meningkat di lapangan. Kejadian ini menarik perhatian luas karena berkaitan dengan penghormatan dan toleransi dalam olahraga, menjadi isu yang penting bagi semua pihak di dunia sepak bola.
Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Reaksi Mourinho dan Kritikan dari Kompany
Jose Mourinho, setelah pertandingan, justru menyalahkan Vinicius, menyatakan bahwa selebrasi golnya mungkin memicu reaksi dari lawan. Pernyataan ini mendapat reaksi keras, termasuk dari Vincent Kompany, pelatih Bayern Munich.
Kompany menyebut sikap Mourinho tidak pantas dan merugikan. Ia menjelaskan, 'Usai laga, anda adalah pemimpin organisasi, Jose Mourinho, yang menyerang karakter Vinicius Jr dengan menyinggung selebrasinya untuk mendiskreditkan apa yang sedang dilakukan Vinicius saat ini.'
Pentingnya Kepemimpinan yang Responsible
Vincent Kompany menekankan bahwa komentar Mourinho mencerminkan sebuah kesalahan besar dalam konteks kepemimpinan dan tanggung jawab. Ia menegaskan, 'Dari segi kepemimpinan, ini adalah kesalahan besar dan sesuatu yang tidak boleh kita terima.'
Kompany menggarisbawahi bahwa meskipun banyak orang menghargai karakter Mourinho, tindakan kali ini menunjukkan kesalahan yang serius. 'Semoga hal itu tidak terjadi lagi di masa depan, dan kita bisa maju dan berkembang,' pungkasnya.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: