Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 17:20 WIB

Insiden Tragis di Krayan: Pesawat Pelita Air Jatuh, Pilot Tewas

Author

Insiden Tragis di Krayan: Pesawat Pelita Air Jatuh, Pilot Tewas

Sebuah insiden tragis terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026, ketika pesawat Pelita Air jatuh di kawasan perbukitan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara. Kecelakaan ini mengakibatkan pilot yang bernama Capt. Hendrick Lodewyck Adam meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer

Kejadian dramatis ini terjadi pada pukul 14.33 Wita, dan saat ini penyebab pasti dari kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang. Pesawat berjenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA itu telah dievakuasi setelah jatuh di wilayah yang sulit diakses.

Rincian Kecelakaan Pesawat

Kepala Kantor Basarnas Tarakan, Syahril, memberikan informasi bahwa pesawat jatuh setelah lepas landas dari Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan. Saksi mata melaporkan bahwa pesawat terbang miring ke belakang bukit sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.

Tim pencari sudah berhasil mengevakuasi pilot dari lokasi kecelakaan, tetapi sayangnya, ia telah dinyatakan meninggal dunia. Prosedur evakuasi menghadapi tantangan karena lokasi yang terjal dan sulit dijangkau.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar

Penyelidikan dan Data Kelaikudaraan

Endah Purnama Sari, Kepala Bagian Humas dan Umum Dirjen Perhubungan Udara, menyatakan bahwa penyelidikan mengenai penyebab pasti kecelakaan ini saat ini sedang berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan di masa mendatang.

Sebelum kecelakaan, pesawat tersebut telah menjalani pemeriksaan rutin dan dinyatakan dalam kondisi baik. Endah mengungkapkan bahwa total jam terbang pesawat mencapai 3.303 jam, dan peneriksaan terakhir berlangsung pada 11 Februari 2026.

Operasional dan Cuaca Saat Kecelakaan

Corporate Secretary PT Pelita Air Service, Patria Rhamadonna, menjelaskan bahwa penerbangan tersebut merupakan layanan kargo untuk pengangkutan bahan bakar. Pada saat kejadian, pesawat hanya memiliki satu awak, yaitu pilot, tanpa penumpang atau awak kabin lainnya.

Cuaca di wilayah Krayan saat kecelakaan terjadi dilaporkan berawan dan gelap, yang mungkin berkontribusi terhadap insiden tersebut. Saksi mata, Aboy, mencatat bahwa ia melihat pesawat gagal mengontrol sebelum jatuh.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU