Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 21:09 WIB

Mengatasi Masalah Terbangun Malam untuk Buang Air Kecil

Author

Mengatasi Masalah Terbangun Malam untuk Buang Air Kecil

Masalah terbangun di malam hari untuk buang air kecil, atau nokturia, adalah kondisi yang umum dialami oleh banyak orang dewasa, terutama mereka yang berusia di atas 30 tahun.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar

Sekitar sepertiga dari populasi dewasa mengalami kondisi ini, dan prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia, terutama bagi individu yang berusia di atas 65 tahun.

Penyebab Nokturia

Nokturia umumnya disebabkan oleh dua faktor utama: produksi urin yang berlebihan di malam hari dan ketidakmampuan kandung kemih untuk menampung urin. Keduanya berdampak pada sepertiga orang yang mengalami gejala ini.

Dr. Donald Bliwise, spesialis tidur di Emory University Medical Center, mengungkapkan bahwa faktor usia sangat berkontribusi pada kondisi ini. Seiring bertambahnya usia, produksi urin yang lebih banyak terjadi di siang hari bisa beralih ke malam hari, berkat penurunan fungsi ginjal dan perubahan hormonal.

Selain itu, penuaan menyebabkan perubahan elastisitas pada kandung kemih, melemahnya otot dasar panggul, dan pembesaran prostat pada pria. Hal ini disampaikan oleh Dr. Alayne Markland, kepala geriatri di University of Utah Health, yang menjelaskan bahwa 'Makanya lansia sering mengalami nokturia.'

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Kondisi Terkait yang Meningkatkan Risiko

Berbagai kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko terjadinya nokturia tanpa memandang usia. Contohnya, diabetes dan hipertensi dapat membuat ginjal bekerja lebih keras dalam memproduksi urin.

Selama kehamilan, rahim yang membesar dapat memberikan tekanan tambahan pada kandung kemih, sehingga frekuensi buang air kecil meningkat. Pasien dengan gagal jantung dan masalah sirkulasi juga dapat mengalami fenomena serupa.

Dr. Bliwise menambahkan bahwa apnea tidur berkontribusi pada terjadinya nokturia, di mana gangguan pernapasan ini menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak urin saat malam hari.

Langkah-langkah Mengurangi Frekuensi Nokturia

Meskipun penuaan tidak dapat dihindari, sejumlah perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi frekuensi terbangun untuk buang air kecil di malam hari. Menghindari konsumsi teh, kopi, dan alkohol menjelang tidur adalah langkah awal yang disarankan.

Dr. Alison Huang, dokter umum di University of California, San Francisco Health, menyarankan agar individu memperhatikan asupan cairan secara umum. Sebaiknya, hindari minum cairan dalam dua hingga empat jam sebelum tidur untuk mengurangi frekuensi nokturia.

Bagi mereka yang mengalami pembengkakan di pergelangan kaki atau tungkai, penggunaan stoking kompresi dapat menjadi solusi untuk mencegah penumpukan cairan. Selain itu, latihan rutin untuk memperkuat otot dasar panggul juga dianggap bermanfaat bagi penderita dengan kandung kemih yang terlalu aktif.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU