Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 14:44 WIB

Partisipasi Israel dalam Dewan Perdamaian Global: Apa Sikap Indonesia?

Author

Partisipasi Israel dalam Dewan Perdamaian Global: Apa Sikap Indonesia?

Israel telah resmi menjadi anggota Dewan Perdamaian, yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump, dalam usaha membangun stabilitas global. Kementerian Luar Negeri Indonesia tetap konsisten menolak setiap bentuk kekerasan, terutama di wilayah yang terdampak konflik.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam dewan ini tidak menyiratkan normalisasi hubungan politik dengan siapapun. Fokus Indonesia adalah pada perlindungan warga sipil dan mendorong solusi damai.

Keanggotaan Israel di Dewan Perdamaian

Pengumuman mengenai keanggotaan Israel dalam Dewan Perdamaian disampaikan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Rabu (11/2). Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan bahwa ia telah menandatangani masuknya Israel sebagai anggota dewan ini, menunjukkan komitmen Israel dalam proses yang lebih besar.

Dewan Perdamaian dibentuk sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025) yang bertujuan untuk membangun pasukan stabilisasi internasional di Gaza, tempat di mana gencatan senjata berkuat sejak Oktober lalu. Harapannya, dewan ini dapat bertindak sebagai pengawas pemerintah Gaza di bawah kolaborasi Israel dan Hamas.

Dokumen keanggotaan telah ditandatangani oleh Netanyahu, mencerminkan langkah nyata dalam keterlibatan Israel untuk mendalami proses perdamaian. Rincian ini diungkap oleh media Al Arabiya dan Reuters yang melaporkan progress signifikan dalam langkah diplomatik Israel.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa

Sikap Indonesia Terhadap Keanggotaan Board of Peace

Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan bahwa keterlibatan dalam Dewan Perdamaian tidak mengubah posisi prinsip di Jakarta yang menentang kekerasan terhadap masyarakat sipil. Yvonne Mewengkang menekankan bahwa Indonesia berkomitmen pada penghentian segala bentuk pelanggaran hukum internasional di Gaza.

"Kami mengecam pelanggaran hukum internasional dan mengedepankan realisasi solusi dua negara yang adil," kata Yvonne. Ia juga menekankan pentingnya peran Indonesia dalam menjaga hak-hak dasar rakyat Palestina melalui keterlibatan di dalam dewan ini.

Indonesia berharap dapat mendorong Otoritas Palestina untuk terlibat aktif dalam proses ini, sehingga setiap keputusan yang diambil tetap memperhatikan kepentingan rakyat Palestina.

Diskusi dan Agenda Pertama Dewan Perdamaian

Dewan Perdamaian dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan pertama pada 19 Februari mendatang di Washington, di mana agenda utamanya adalah membahas langkah-langkah menuju rekonstruksi Gaza. Pertemuan ini merupakan langkah awal dalam upaya untuk menstabilkan situasi di wilayah yang kerap mengalami konflik.

Presiden Trump juga menekankan bahwa dewan ini tidak hanya akan berfokus pada konflik Gaza, tetapi berpotensi menangani isu-isu global lainnya. Hal ini menunjukkan ambisi besar dari Dewan Perdamaian yang baru dibentuk.

Dengan keterlibatan Israel, diharapkan dewan ini bisa membuka jalan baru menuju perdamaian, meskipun tantangan penyelesaian konflik Timur Tengah masih sangat kompleks.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU