Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembangunan gedung setinggi 40 lantai untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat kehadiran MUI di pusat ibu kota Indonesia.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Kawasan seluas 4.000 meter persegi ini akan tidak hanya menjadi kantor MUI, tetapi juga rumah bagi Baznas dan sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam lainnya. Rencana ini diharapkan dapat memberikan ruang representatif bagi lembaga-lembaga tersebut.
Latar Belakang Pembangunan Gedung MUI
Dalam sebuah acara di Masjid Istiqlal pada 7 Februari 2026, Prabowo menyatakan bahwa pembangunan gedung ini merupakan jawaban atas permintaan Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Permintaan tersebut timbul karena lokasi kantor MUI saat ini dianggap belum cukup dikenal oleh publik.
Prabowo menegaskan, 'Terserah Menteri Agama berapa puluh lantai. Rencananya berapa? 40 lantai.' Tujuan utama pembangunan ini adalah untuk menyediakan ruang yang lebih representatif bagi lembaga-lembaga Islam sehingga dapat berfungsi secara optimal.
Gedung ini bukan hanya akan jadi kantor, tetapi juga menjadi pusat aktifitas yang mendukung berbagai program sosial dan keagamaan dari lembaga-lembaga Islam.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Signifikansi Lokasi dan Makna Pembangunan
Kawasan Bundaran HI dipilih karena posisi strategisnya di jantung ibu kota. Prabowo menilai, lokasi ini seharusnya tidak hanya diisi oleh hotel dan pusat perbelanjaan, tetapi juga harus ada ruang untuk lembaga-lembaga keagamaan.
Prabowo menyampaikan, 'Bangunan tersebut diharapkan menjadi simbol peran strategis institusi keagamaan di ruang publik nasional.' Melalui gedung ini, diharapkan dapat tercipta keseimbangan fungsi antara berbagai entitas di kawasan tersebut.
Lebih lanjut, pembangunan gedung MUI ini juga menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan kontribusi lembaga-lembaga Islam dalam pembangunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.
Mendorong Persatuan Ulama dan Umara
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan umara. Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan kunci untuk menjaga keselamatan dan keutuhan bangsa.
Ia menjelaskan, tema dari doa bersama di Masjid Istiqlal adalah refleksi dari nilai persatuan ini, di mana kolaborasi antara kedua elemen masyarakat dianggap sangat penting untuk menghadapi tantangan yang ada.
Prabowo menekankan bahwa dengan adanya kerja sama ini, stabilitas dan kemajuan masyarakat dapat tercapai dengan lebih efektif.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: