Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah menyelidiki dugaan kebocoran data yang terjadi dalam proses rekrutmen tenaga kerja baru mereka.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Wakil Menteri Nezar Patria mengindikasikan bahwa penyelidikan internal telah dimulai untuk mengidentifikasi kesalahan prosedur yang ada.
Proses Rekrutmen dan Tantangan Keamanan
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan bahwa rekrutmen seharusnya tidak dilakukan melalui platform Google Drive. "Lagi ditelusuri dan lagi diperiksa oleh Irjen (Inspektorat Jenderal Kemkomdigi)," katanya.
Saat ini, dugaan kebocoran tersebut sudah dikomunikasikan dengan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, yang melakukan evaluasi internal untuk memastikan bahwa prosedur penerimaan tenaga kerja sesuai aturan yang berlaku.
Nezar memastikan bahwa tautan data pelamar telah ditutup, dan rekrutmen sekarang beralih ke platform yang lebih aman. "Kita ketahui kecerobohan itu terjadi dalam waktu yang singkat, lalu langsung ditutup dan diganti ke kanal yang lain dengan menggunakan platform yang lebih aman," pungkasnya.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Risiko dalam Pengumpulan Data
Sebelum masalah kebocoran ini mencuat, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital membuka lowongan untuk posisi Pengadaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Sembilan posisi ditawarkan dalam pengumuman tersebut.
Banyak pelamar diminta untuk mengunggah dokumen pribadi seperti CV, fotokopi ijazah, KTP, dan surat keterangan sehat melalui tautan yang tidak aman. Tautan tersebut mengarah kepada penyimpanan komputasi awan dengan pengaturan akses terbuka.
Akibatnya, berkas pelamar dapat diakses oleh siapa saja tanpa adanya perlindungan keamanan yang memadai. Hal ini menimbulkan kekhawatiran secara luas tentang perlindungan data pribadi dalam proses rekrutmen.
Langkah Evaluasi Intern dan Perbaikan
Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail mengungkapkan bahwa evaluasi internal masih berlangsung. "Sifatnya masukan, ya, kami paham betul bahwa kualitas SDM di Komdigi perlu dilakukan peningkatan," katanya.
Ia menegaskan bahwa keamanan data pribadi pelamar akan menjadi perhatian utama dalam perbaikan yang sedang dilakukan. Dengan langkah ini, diharapkan kebocoran data di masa mendatang dapat diminimalisir.
Kemkomdigi menyadari pentingnya menjaga kerahasiaan informasi pribadi para pelamar dan berkomitmen untuk memastikan keamanan di setiap tahap rekrutmen.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: