Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 20:56 WIB

Ancaman Baru Pasca Berakhirnya Perjanjian New START antara Rusia dan AS

Author

Ancaman Baru Pasca Berakhirnya Perjanjian New START antara Rusia dan AS

Pemerintah Rusia mengumumkan tidak lagi terikat oleh batasan jumlah hulu ledak nuklir setelah perjanjian New START berakhir pada 5 Februari 2026. Moskow dan Washington kini bebas dari pembatasan yang telah berlaku selama bertahun-tahun.

Baca juga: Kritik Penangkapan Direktur Lokataru Foundation: Tindakan Sewenang-wenang atau Perlindungan Kebebasan Berpendapat?

Berakhirnya perjanjian ini menimbulkan kekhawatiran global, terutama mengenai dampaknya terhadap pengendalian senjata dan stabilitas dunia. Banyak pihak khawatir bahwa tanpa kesepakatan tersebut, risiko konflik nuklir semakin meningkat.

Berakhirnya Perjanjian New START

Perjanjian New START ditandatangani pada tahun 2010 oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan Presiden AS Barack Obama, dengan batasan 1.550 hulu ledak untuk masing-masing pihak. Namun, pada 2021, Presiden Joe Biden memperpanjang perjanjian ini selama lima tahun, setelah hubungan antara kedua negara memburuk akibat konflik di Ukraina.

Meskipun Rusia membekukan partisipasinya pada tahun 2023, mereka menyatakan bahwa akan mematuhi batasan hulu ledak secara sukarela selama periode tersebut. Dengan berakhirnya perjanjian ini, kedua negara kini memiliki keleluasaan dalam pengembangan arsenalnya.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Tanggapan Washington dan Keinginan Keterlibatan China

Menanggapi berakhirnya perjanjian, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa pentingnya keterlibatan China dalam kesepakatan pengendalian senjata global perlu diperhatikan. Ia mengungkapkan, "Presiden telah menyatakan dengan jelas di masa lalu bahwa untuk memiliki pengendalian senjata yang sejati di abad ke-21, tidak mungkin melakukan sesuatu yang tidak menyertakan China, karena stok mereka yang besar dan berkembang pesat."

Walaupun Rusia mengklaim bebas dari batasan, mereka berkomitmen untuk bertindak bijaksana dan bertanggung jawab. Namun, Rusia juga menyatakan kesiapan untuk mengambil tindakan tegas jika dihadapkan pada ancaman nasional.

Peringatan Global dan Dampak Runtuhnya Perjanjian

Runtuhnya New START menimbulkan kekhawatiran di kalangan berbagai pihak internasional. Paus Leo XIV mengingatkan, "Saya mendesak Anda untuk tidak meninggalkan instrumen ini tanpa mencari jaminan bahwa itu ditindaklanjuti secara nyata dan efektif."

Direktur Eksekutif Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir (ICAN), Melissa Parke, menyoroti bahwa tanpa pengendalian senjata, risiko peningkatan jumlah hulu ledak semakin nyata. Ia menekankan, "Tanpa New START, terdapat bahaya nyata berupa peningkatan jumlah hulu ledak, sistem pengiriman, dan latihan militer yang akan menekan negara nuklir lain untuk mengikuti langkah serupa."

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU