Pemerintah Indonesia memastikan kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan dengan penyesuaian menu. Penyesuaian ini dilakukan agar makanan yang diterima tetap layak konsumsi untuk berbuka puasa.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menekankan bahwa menu makanan basah akan diganti menjadi makanan kering. Ini bertujuan agar makanan tetap segar dan tidak basi saat tiba di tangan penerima manfaat.
Penyesuaian Menu dan Waktu Pembagian
Dadan Hindayana merinci menu yang akan disediakan selama Ramadan, termasuk kurma, telur rebus, telur asin, buah, susu, dan abon. Menu ini dipilih untuk memastikan makanan tidak cepat basi dan tetap segar sampai waktu berbuka puasa.
Waktu distribusi juga mengalami perubahan, terutama untuk anak sekolah yang akan menerima makanan saat siang hari setelah sekolah. Hal ini akan memudahkan mereka membawa pulang makanan untuk berbuka.
Bagi penerima manfaat di pondok pesantren, meski menu normal tetap diberikan, waktu distribusi dialihkan ke sore hari menjelang berbuka. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua penerima memperoleh gizi pada waktu yang tepat.
Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil
Jumlah Penerima MBG dan Evaluasi Program
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melaporkan bahwa terdapat 22.091 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dengan lebih dari 60 juta penerima manfaat terdaftar. Ini menunjukkan skala luas program ini di masyarakat.
Sebagian besar penerima manfaat terdiri dari anak-anak sekolah, dengan proporsi mencapai 90% di tiap SPPG. Sementara itu, penerima manfaat di pondok pesantren terdaftar hanya sekitar 20%.
Evaluasi terhadap program MBG akan dilakukan untuk menilai perubahan fisik dan pertumbuhan penerima manfaat setelah setahun pelaksanaan. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.
Program MBG sebagai Salah Satu Prioritas Pemerintah
Program Makan Bergizi Gratis adalah salah satu inisiatif prioritas yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat mendorong kualitas hidup yang lebih baik.
Evaluasi tidak hanya berdasarkan jumlah penerima manfaat, tetapi juga akan memperhatikan pertumbuhan fisik dan kemampuan kognitif anak-anak yang menerima makanan. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas program.
Komitmen Pemerintah dalam menyuplai makanan bergizi selama Ramadan merupakan usaha konkret dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok yang paling membutuhkan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: