Rabu, 28 JANUARI 2026 • 13:37 WIB

Pengawasan Intensif Rusia dan China atas Iran Pasca Pengiriman Armada AS

Author

Pengawasan Intensif Rusia dan China atas Iran Pasca Pengiriman Armada AS

Rusia dan China, sekutu strategis Iran, sedang memantau perkembangan terbaru di negara tersebut setelah pengumuman pengiriman kapal induk oleh Amerika Serikat ke wilayah Timur Tengah.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Kedua negara ini berusaha menganalisis situasi keamanan yang meningkat seiring dengan kehadiran armada militer AS di dekat Iran.

Diskusi Strategis antara Rusia dan China

Menteri Pertahanan Rusia, Andrei Belousov, baru-baru ini berdiskusi dengan Menteri Pertahanan China, Dong Jun, untuk mengkaji perkembangan situasi di Iran. Pertemuan tersebut menegaskan bahwa analisis mendalam terhadap keamanan diperlukan seiring meningkatnya ketegangan di kawasan.

Belousov menekankan pentingnya untuk 'terus menganalisis situasi keamanan dan mengambil tindakan yang tepat'. Dalam pertemuan itu, kedua menteri sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam menghadapi tantangan tersebut.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Hubungan Rusia dan China dengan Iran

Rusia dan China memiliki hubungan yang erat dalam aspek keamanan dan komersial, dengan Iran menjadi sekutu strategis penting. Posisi Iran sebagai negara pemilik kekuatan nuklir menambah dimensi kompleks dalam hubungan internasional di kawasan tersebut.

Meskipun keduanya mendukung Iran, analis kebijakan Ellie Geranmayeh menyatakan bahwa kemungkinan Beijing dan Moskow terlibat langsung dalam konflik jika ada serangan AS terhadap Iran sangat rendah.

Reaksi AS dan Penegasan Trump

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menegaskan bahwa 'armada besar' telah dikerahkan dekat Iran, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dengan kelompok tempurnya yang baru tiba di kawasan Timur Tengah. Pengerahan ini dinilai lebih signifikan dibandingkan dengan pengiriman aset militer ke Venezuela yang dipicu oleh krisis politik disana.

Dalam wawancaranya, Trump mencatat, 'Kita memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari Venezuela.' Pernyataan ini menambahkan ketegangan dalam situasi yang sudah rentan di kawasan.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU