Rabu, 28 JANUARI 2026 • 11:46 WIB

Insiden Penembakan Agen Imigrasi di Minneapolis Memicu Protes Besar

Author

Insiden Penembakan Agen Imigrasi di Minneapolis Memicu Protes Besar

Kejadian penembakan oleh agen imigrasi di Minneapolis kembali menghebohkan publik. Seorang perawat ICU bernama Alex Pretti tewas dalam insiden yang terjadi pada 24 Januari 2026.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pimpinan Serikat Pekerja: Aksi Demonstrasi dan RUU Perampasan Aset Terjadi

Kematian Pretti menyusul insiden serupa yang merenggut nyawa seorang warga sipil, Renee Good, dan memicu kemarahan masyarakat serta protes luas terhadap kebijakan imigrasi pemerintah.

Tragedi di Minneapolis

Alex Pretti, yang berusia 37 tahun, menjadi korban penembakan oleh agen imigrasi federal di Minneapolis. Video dari lokasi menunjukkan bahwa ia tidak membawa senjata saat bergumul dengan agen imigrasi.

Insiden ini menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat, terutama setelah sebelumnya, Renee Good juga tewas dalam tindakan serupa. Banyak yang mempertanyakan tindakan agen imigrasi dan apa yang mendasari keputusan mereka.

Setelah kematian Pretti, demonstrasi besar terjadi dan masyarakat mulai menuntut perubahan dalam kebijakan imigrasi yang dianggap berisiko bagi keselamatan warga sipil. Kegundahan ini mencerminkan perasaan masyarakat mengenai perlakuan terhadap imigran.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Pernyataan Gedung Putih

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengungkapkan bahwa tidak ada keinginan dari presiden untuk melihat adanya korban jiwa. Ia menyatakan, "Tidak ada seorang pun di Gedung Putih, termasuk Presiden Trump, ingin melihat orang-orang terluka atau terbunuh di jalanan Amerika."

Leavitt mengekspresikan kesedihan yang mendalam atas kematian Pretti dan keluarganya. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah akan melanjutkan komitmennya untuk mendeportasi imigran ilegal yang terlibat dalam tindak kekerasan.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ada protes besar, pemerintah tetap bersikukuh dalam menjalankan kebijakannya yang sudah ada.

Tanggapan dan Kritikan dari Publik dan Politisi

Kritik datang dari berbagai kalangan, termasuk Politisi Partai Demokrat, yang menyalahkan tindakan pemerintah yang tidak peduli pada keselamatan rakyat. Protes publik semakin meluas menuntut keadilan dan kejelasan tentang kejadian tersebut.

Leavitt berusaha mengalihkan perhatian dengan menekankan bahwa kerusuhan di Minneapolis merupakan hasil perlawanan oleh para pemimpin Partai Demokrat terhadap penegakan hukum. Ia mengklaim bahwa mereka menyebarkan kebohongan mengenai risiko yang dihadapi oleh petugas penegak hukum setiap hari.

Situasi di Minnesota semakin memanas, banyak pihak yang menuntut tanggung jawab dan penjelasan dari pemerintah mengenai peristiwa ini.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU