Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan untuk mengalihkan pembayaran utang sebesar US$35 juta guna mendukung upaya konservasi terumbu karang. Inisiatif ini bagian dari program yang berdasar pada Undang-Undang Tropical Forest and Coral Reefs Conservation Act (TFCCA).
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Kesepakatan ini ditandatangani sejak tahun 2024 dan mendapatkan respon positif dari masyarakat, terlihat dari banyaknya proposal yang diajukan untuk program tersebut.
Detail Kesepakatan dan Implementasi Program
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Koswara, mengungkapkan fokus pengalihan utang ini pada konservasi ekosistem terumbu karang. Program tersebut akan dilaksanakan di tiga bentang laut prioritas yaitu Kepala Burung, Sunda Kecil, dan Banda.
Koswara berharap pelaksanaan program TFCCA bisa menjadi dasar bagi aksi konservasi lokal oleh masyarakat pesisir. Program ini bertujuan melindungi dan mengelola ekosistem terumbu karang di kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia.
Sebanyak 58 organisasi lokal telah menyetujui proposal mereka untuk menjadi pelaksana dalam siklus pertama program. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis demi konservasi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis
Dukungan dari Berbagai Pihak
Selain dana sebesar US$35 juta dari pengalihan utang, program TFCCA juga didukung oleh berbagai organisasi. Kontribusi tambahan mencapai US$3 juta dari Conservation International dan Konservasi Indonesia.
The Nature Conservancy (TNC) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) turut berkontribusi dengan total sebesar US$1,5 juta. Hal ini menunjukkan komitmen kolektif dalam mendukung konservasi terumbu karang di Indonesia.
M. Firdaus Agung Kunto Kurniawan, Direktur Konservasi dan Ekosistem, menegaskan bahwa skema TFCCA adalah langkah strategis untuk pelestarian keanekaragaman hayati di negara mitra. Program ini diharapkan menjadi tolok ukur bagi pelaksanaan program serupa di negara lain.
Potensi Jangka Panjang dan Manfaat bagi Ekosistem
Program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan terumbu karang dan keberlanjutan sumber daya laut di Indonesia. Manfaat langsung dari konservasi akan dirasakan oleh masyarakat pesisir.
Koswara menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengelola dan melindungi ekosistem terumbu karang. Program ini diharapkan dapat mendorong inisiatif lokal agar keberlanjutan ekosistem tetap terjaga.
Kesepakatan ini mencerminkan fokus pada konservasi serta kemitraan erat antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat dalam menjaga lingkungan.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: