Selasa, 27 JANUARI 2026 • 16:25 WIB

Menelusuri Awal Mula Materi di Alam Semesta

Author

Menelusuri Awal Mula Materi di Alam Semesta

Pertanyaan mengenai asal-usul alam semesta telah menjadi fokus pemikiran manusia sejak zaman kuno. Kini, berkat kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, kita dapat memahami proses awal terbentuknya materi.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Proses ini dimulai dengan peristiwa Big Bang yang berlangsung sekitar 13,8 miliar tahun lalu. Dari ledakan besar ini, berbagai elemen mulai terbentuk, yang menjadi fondasi bagi segala sesuatu yang kita kenal hari ini.

Teori Big Bang: Awal Dari Segala Sesuatu

Teori Big Bang telah menjadi salah satu penjelasan paling umum tentang asal-usul alam semesta. Menurut para ilmuwan, semua materi dan energi di alam semesta terkompak menjadi satu titik yang sangat padat dan panas.

Sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu, titik ini meledak, menciptakan ruang dan waktu serta memicu ekspansi alam semesta. Setelah ledakan, suhu mulai menurun dan memungkinkan terbentuknya partikel dasar seperti proton, neutron, dan elektron.

Dalam hitungan detik setelah Big Bang, partikel-partikel ini bersatu membentuk inti atom. Ini menandakan dimulainya pembentukan materi yang lebih kompleks yang akan muncul di alam semesta.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dari Energi Menjadi Materi: Proses Pembentukan Unsur

Setelah Big Bang, alam semesta berada dalam kondisi panas dan tidak stabil. Namun, saat suhu menurun, atom-atom sederhana seperti hidrogen dan helium mulai terbentuk.

Hidrogen merupakan unsur paling dominan di alam semesta, menyusun sekitar 75% dari total materi. Helium sendiri berkontribusi sekitar 25%.

Kedua unsur ini lalu bergabung dalam sebuah proses yang dikenal sebagai fusi nuklir untuk membentuk bintang-bintang. Di dalam bintang, unsur-unsur tersebut berperan menghasilkan energi dan elemen-elemen yang lebih berat melalui reaksi nuklir.

Materi di Alam Semesta: Dari Bintang ke Planet

Saat bintang-bintang mencapai akhir masa hidupnya, mereka meledak dalam peristiwa supernova yang menyebarkan materi ke luar angkasa. Materi ini kemudian bergabung menjadi nebula yang menjadi tempat lahirnya bintang dan planet baru.

Proses tersebut tidak terjadi sendirian; gravitasi dan tekanan juga memainkan peran penting. Unsur-unsur berat seperti karbon, oksigen, dan besi terbentuk dari kematian bintang-bintang tersebut.

Akhirnya, unsur-unsur ini berkumpul dan membentuk sistem tata surya kita, termasuk Bumi. Hal ini menimbulkan fakta bahwa unsur yang ada pada tubuh kita mirip dengan yang terdapat di dalam bintang.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU