Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban longsor di Cisarua, Bandung Barat.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Proses penyerahan jenazah kepada keluarga sudah dilaksanakan sesuai dengan protokol yang ada.
Proses Identifikasi dan Penyerahan Jenazah
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa 'Per Senin (26/1) pukul 18.30 WIB, Tim SAR gabungan telah mengirimkan total 38 kantong jenazah untuk selanjutnya diidentifikasi.'
Saat ini, masih terdapat 18 kantong jenazah yang dalam proses identifikasi, yang menunjukkan kompleksitas situasi yang dihadapi.
Abdul menambahkan, 'Operasi pencarian dan pertolongan dilanjutkan hari ini,' menegaskan komitmen dari pihak berwenang dalam menangani bencana ini.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Perlunya Bantuan Alat Berat dalam Pencarian
Dalam upaya meningkatkan efektivitas pencarian korban, sembilan ekskavator dikerahkan untuk membantu proses pencarian yang lebih luas.
Tim SAR gabungan terdiri dari 800 personel, menunjukkan mobilisasi sumber daya manusia yang besar untuk menangani situasi ini.
Keberadaan alat berat menjadi krusial untuk mempercepat pencarian di daerah yang terdampak longsor secara signifikan.
Bantuan bagi Pengungsi
Sementara itu, jumlah pengungsi yang berada di Kantor Desa Pasirlangu mencapai 685 jiwa, mencerminkan dampak luas dari peristiwa tersebut.
BNPB telah menyalurkan bantuan kepada para pengungsi, termasuk 200 paket sembako, 100 makanan siap saji, serta perlengkapan lainnya.
Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: