Konten giveaway yang diproduksi oleh kreator Willie Salim sedang menjadi sorotan publik setelah pengakuan dari seorang mantan talent bernama Risky. Ia mengklaim bahwa momen yang ditunjukkan dalam video giveaway tersebut telah diatur dan bukan kebetulan.
Pengakuan Risky menciptakan keraguan mengenai keaslian konten giveaway yang ditampilkan kepada penonton, terutama setelah ia menjelaskan keterlibatannya dalam pembuatan skenario yang telah disepakati.
Pengakuan Mantan Talent
Risky menyatakan bahwa pertemuannya dengan Willie tidaklah kebetulan. "Menurut saya settingan, karena awalnya kita perjanjian dulu sama dia. (Perjanjian) saya sama pihak orang yang kerja di Willie," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa ia dihubungi oleh asisten Willie dan ditawari peran sebagai pengemudi ojek online yang menunggu pesanan. Dalam skenario tersebut, Risky diminta untuk berinteraksi dengan Willie seolah-olah terjadi pertemuan spontan.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Skenario dan Pelaksanaan
Selama proses pengambilan gambar, Risky diinstruksikan untuk mencari pohon pisang di sekitar lokasi. Koordinasi telah dilakukan dengan pemilik kebun untuk memastikan pencarian berjalan lancar.
"Caranya duduk di motor diam, Kak Willie nyamperin. Seolah lu lagi narik disamperin sama Willie. Seolah-olah ketemu mendadak," jelasnya mengenai adegan dalam konten tersebut.
Setelah berhasil menemukan pohon pisang, Risky menerima uang Rp 2 juta di depan kamera, namun ia mengklaim uang tersebut harus dikembalikan setelah syuting selesai.
Tanggapan Willie Salim
Willie Salim menanggapi isu ini melalui Instagram Story, menegaskan bahwa ia tidak pernah berniat menipu atau merugikan siapapun. "Aku jarang menanggapi isu, tapi karena ini sudah jadi konsumsi publik, aku merasa perlu meluruskan beberapa hal dengan kepala dingin," tulis Willie.
Dia juga menjelaskan tentang konsep storytelling, dramatization, dan re-enactment yang umum digunakan dalam konten digital, menegaskan bahwa tidak semua yang ditampilkan di layar merefleksikan kejadian nyata.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: