Senin, 26 JANUARI 2026 • 11:50 WIB

Mewaspadai Virus Nipah: Ancaman dari Thailand untuk Indonesia

Author

Mewaspadai Virus Nipah: Ancaman dari Thailand untuk Indonesia

Thailand kini menghadapi ancaman serius dengan meningkatnya kasus wabah virus Nipah yang ditularkan oleh kelelawar buah. Peningkatan ini memicu perhatian kesehatan di seluruh Asia Tenggara, termasuk potensi dampaknya bagi Indonesia.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Virus Nipah telah menyebar ke beberapa negara di kawasan ini, membawa kekhawatiran yang tidak bisa diabaikan. Masyarakat perlu waspada, terutama dengan risiko penularan yang dapat terjadi dari kontak dengan hewan atau buah-buahan yang terkontaminasi.

Sejarah dan Penyebaran Virus Nipah

Virus Nipah pertama kali terdeteksi pada tahun 1998 dan 1999, selama wabah besar di Malaysia dan Singapura. Wabah tersebut mencatat total 265 kasus, di mana 108 di antaranya berakhir dengan fatal.

Ahli virologi Yong Poovorawan dari Universitas Chulalongkorn menegaskan bahwa kelelawar buah merupakan pembawa virus ini. Virus dapat menular melalui kontak dengan hewan, terutama babi, dan juga dapat menjangkiti manusia melalui konsumsi buah-buahan yang terkontaminasi.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Gejala dan Penularan

Gejala awal infeksi virus Nipah meliputi demam tinggi dan ensefalitis. Namun, laporan terkini menunjukkan bahwa gejala bisa berkembang hingga pneumonia berat.

Penularan virus terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, meskipun potensi penularan antar manusia tergolong lebih rendah dibandingkan dengan penyakit pernapasan lainnya. Prof. Yong mengungkapkan, "Tetapi kemungkinannya tidak besar, tidak seperti penyakit pernapasan seperti influenza dan Covid-19, yang menyebar luas."

Dampak Kesehatan Masyarakat dan Ekonomi

Walaupun risiko wabah saat ini dianggap rendah, dampak potensial bagi kesehatan masyarakat dan ekonomi tetap menjadi perhatian. Prof. Yong mengingatkan bahwa, "Meskipun risiko wabah saat ini rendah, wabah yang sebenarnya dapat berdampak serius pada kesehatan masyarakat dan ekonomi."

Kesiapsiagaan yang lebih baik di Indonesia sangat dibutuhkan untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus Nipah. Oleh karena itu, sinergi antara instansi terkait dan masyarakat sangat penting dalam menangani situasi ini.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU