Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 12:46 WIB

Kembalinya 2.117 WNI dari Kamboja Pasca Razia Penipuan Daring

Author

Kembalinya 2.117 WNI dari Kamboja Pasca Razia Penipuan Daring

Sebanyak 2.117 warga negara Indonesia (WNI) telah meminta bantuan untuk kembali ke Tanah Air melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja. Permintaan ini melonjak tajam setelah pemerintah Kamboja melaksanakan razia terhadap lokasi penipuan daring.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Peningkatan Permintaan Pulang WNI

Data dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mencatat adanya pendaftaran 224 WNI pada 22 Januari 2026 dan 164 tambahan pada hari berikutnya hingga pukul 17.00 waktu setempat. Total WNI yang meminta dipulangkan dari 16 hingga 23 Januari 2026 mencapai 2.117 orang.

Lonjakan ini menunjukkan dampak signifikan dari penegakan hukum yang lebih ketat oleh pemerintah Kamboja terhadap kegiatan penipuan daring. Banyak WNI yang terpaksa meninggalkan sindikat tersebut demi keselamatan diri.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Upaya KBRI dan Proses Kepulangan

Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Santo Darmosumarto, menegaskan bahwa KBRI berfokus pada upaya mempercepat kepulangan WNI. "KBRI tengah berkoordinasi intensif dengan otoritas Kamboja agar WNI mendapatkan percepatan penerbitan exit permit dan keringanan hukuman keimigrasian," ujarnya.

KBRI juga melaksanakan pendataan dan assessment kasus, serta penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki paspor. Dukungan lebih lanjut dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan diupayakan untuk mempermudah proses ini.

Waspada Terhadap Penipuan dan Komunikasi dengan Keluarga

Sebagai tindakan pencegahan, KBRI mengingatkan WNI untuk selalu waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan kedutaan. Santo menegaskan bahwa layanan KBRI tidak memungut biaya, kecuali untuk biaya resmi SPLP, sesuai ketentuan yang berlaku.

KBRI juga mendorong WNI untuk menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat di Tanah Air. Komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu proses kepulangan dan memberikan dukungan moral selama masa sulit ini.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU