Kamis, 22 JANUARI 2026 • 13:10 WIB

Donald Trump: Eropa Mungkin Berbahasa Jerman dan Jepang Tanpa Peran AS

Author

Donald Trump: Eropa Mungkin Berbahasa Jerman dan Jepang Tanpa Peran AS

Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa tanpa peran Washington dalam Perang Dunia II, Eropa mungkin akan berbicara bahasa Jerman dan Jepang saat ini.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Pernyataan ini disampaikan saat Trump menjelaskan kepentingannya terhadap Greenland, yang ia nilai memiliki lokasi strategis dan sumber daya alam yang melimpah.

Konteks Sejarah dalam Pernyataan Trump

Trump menjelaskan bahwa tanpa bantuan AS setelah Perang Dunia II, Eropa tidak akan mampu mempertahankan diri dari invasi Jerman atau Jepang. Ia menyatakan, 'Setelah perang - yang kita menangkan, kita menang besar, tanpa kita, saat ini, kalian semua akan berbicara bahasa Jerman dan mungkin sedikit bahasa Jepang.'

Pernyataan ini mencerminkan pandangan Trump mengenai pentingnya peran AS dalam menjamin stabilitas Eropa pasca-perang. Dengan menyajikan narasi sejarah ini, ia berusaha mendukung kepentingan AS terkait Greenland dan investasi yang diperlukan untuk keamanan wilayah tersebut.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Justifikasi atas Tuntutan Greenland

Dalam pembelaannya, Trump mengemukakan bahwa tuntutan atas Greenland dilandasi oleh kekhawatiran terhadap kedaulatan wilayah tersebut dalam situasi konflik. Ia mengklaim bahwa Denmark dengan cepat kalah dalam pertempuran, yang menyebabkan Kopenhagen jatuh ke tangan Jerman dalam waktu singkat.

"Kami benar-benar mendirikan pangkalan di Greenland untuk Denmark. Kami berjuang untuk Denmark," tegas Trump, sambil menyoroti pentingnya kehadiran pasukan AS untuk menghadapi potensi ancaman di Belahan Bumi Barat.

Reaksi Denmark dan Greenland terhadap Tuntutan AS

Meskipun Trump menyoroti pentingnya strategi Greenland, pihak Denmark dan Greenland menegaskan kembali kedaulatan mereka atas wilayah tersebut. Penolakan atas tawaran AS menunjukkan ketegangan yang ada terkait permintaan tersebut serta kekhawatiran mengenai pengaruh asing di kawasan Arktik.

Kekhawatiran mengenai meningkatnya pengaruh Rusia dan Tiongkok di Arktik juga menambah kerumitan dalam konteks geopolitik ini. Greenland merupakan lokasi strategis yang menjadi fokus perhatian banyak negara, termasuk AS.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU