Proses pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, tengah dijalankan dengan maksimal oleh tim SAR gabungan sejak Sabtu, 17 Januari.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Timing pencarian sangat krusial karena tiga hari pertama dianggap sebagai golden time untuk operasi penyelamatan dan evakuasi.
Proses Pencarian dan Tantangan Medan
Tim SAR gabungan telah dikerahkan ke lokasi jatuhnya pesawat yang terletak di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep. Penentuan lokasi jatuhnya pesawat secara cepat diharapkan dapat memperlancar proses evakuasi terutama sebelum waktu kritis berakhir.
Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa pencarian dalam waktu singkat sangat penting. "Kami memaksimalkan golden time pencarian, dengan harapan besar seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi, khususnya dalam kondisi selamat," ungkapnya.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Tantangan utama yang dihadapi tim adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat, termasuk kabut tebal dan medan yang terjal. Hal ini membuat setiap langkah pencarian menjadi lebih rumit dan membutuhkan strategi yang matang.
Identifikasi Korban dan Proses Evakuasi
Dua korban pertama telah berhasil ditemukan, dengan satu di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan satu perempuan. Identifikasi lebih lanjut terhadap korban akan dilakukan oleh instansi terkait, bukan oleh Basarnas.
Menurut informasi dari Syafii, lokasi penemuan korban berada di kisaran 200 hingga 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati agar keselamatan tim dan juga korban yang ditemukan tetap terjaga.
Strategi Evakuasi di Tengah Kendala Cuaca
Meskipun tim SAR telah memprioritaskan evakuasi melalui jalur udara, kondisi cuaca yang buruk menjadi kendala utama. "Evakuasi melalui udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan," jelas Syafii.
Akibat hal tersebut, tim berpindah ke jalur darat secara bertahap untuk menjangkau lokasi-lokasi yang diduga terdapat korban. Syafii menegaskan, "Ini adalah misi kemanusiaan, dengan semangat kebersamaan yang tinggi di antara semua personel yang terlibat."
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: