Minggu, 18 JANUARI 2026 • 21:48 WIB

Suporter Real Madrid Ungkap Ketidakpuasan di Santiago Bernabeu

Author

Suporter Real Madrid Ungkap Ketidakpuasan di Santiago Bernabeu

Real Madrid kini menghadapi tantangan baru dari suporter setia mereka. Ketidakpuasan ini muncul seiring dengan hasil buruk yang didapat tim dalam beberapa pertandingan penting.

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Di Santiago Bernabeu, para suporter secara terbuka mencemooh pemain seperti Jude Bellingham dan Vinicius Jr., menunjukkan ketidakpuasan terhadap performa tim.

Momen Memalukan di Santiago Bernabeu

Dalam laga melawan Levante yang berlangsung pada 17 Januari 2026, suporter Real Madrid menunjukkan kekecewaan mereka dengan mencemooh tim. Momen ini menarik perhatian media, khususnya Marca.

Pemain seperti Bellingham dan Vinicius Jr. menjadi sasaran utama cemoohan. Ditambah lagi, saat turun minum, suporter membentangkan sapu tangan putih sebagai bentuk protes atas kinerja tim.

Sikap suporter ini diakibatkan oleh beberapa hasil buruk, termasuk kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol dan tersingkirnya tim dari Copa del Rey oleh klub divisi kedua.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Reaksi Pihak Klub dan Suporter

Manajemen Real Madrid telah berupaya menjalin komunikasi dengan kelompok suporter untuk menghindari cemoohan yang dapat berimbas negatif. Mereka mengingatkan bahwa cemoohan sebelumnya berakibat pada tindakan tegas, termasuk larangan masuk stadion bagi yang mencela pemain.

Namun, langkah tersebut tampaknya tidak efektif. Suporter masih menunjukkan ketidakpuasan mereka secara terbuka, dengan seorang sumber dari klub menyatakan, 'Sepertinya para suporter hanya senang ketika kami menang.'

Kondisi ini memperburuk hubungan antara manajemen klub dan suporter, sementara petinggi klub berharap dukungan tetap ada di saat-saat sulit.

Tantangan di Depan

Sisa musim ini menjadi tantangan bagi Los Blancos, yang hanya memiliki dua peluang untuk meraih trofi, yaitu LaLiga dan Liga Champions. Ketegangan ini dapat meningkat jika tim tidak bisa membalikkan keadaan.

Dengan potensi akhir musim tanpa trofi, ketidakpuasan dari suporter dapat semakin memburuk. Sebuah pertanyaan muncul: apakah tim mampu kembali ke jalur kemenangan dan merebut kembali hati suporter?

Tindakan dan keputusan selanjutnya dari manajemen klub serta pemain akan sangat mempengaruhi hubungan antara Real Madrid dan suporter yang setia.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU