Otoritas Iran dilaporkan telah menangkap sekitar 3.000 orang yang diduga terkait dengan kelompok teroris setelah demonstrasi besar-besaran yang terjadi di negara tersebut.
Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat
Protes ini mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah dan mencatatkan angka kematian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Republik Islam Iran.
Latar Belakang Aksi Protes
Dalam beberapa waktu terakhir, aksi protes antipemerintah di Iran telah berlangsung secara berkelanjutan, mencerminkan rasa ketidakpuasan yang mendalam terhadap penguasa.
Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa demonstrasi ini berlangsung secara masif, menjadi fase paling kritis dalam sejarah 47 tahun Republik Islam.
Selama unjuk rasa yang sering kali berubah menjadi kerusuhan, kematian ribuan orang telah dilaporkan, menciptakan kepanikan di kalangan pemerintah dan masyarakat internasional.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR
Respons Pemerintah Iran dan Amerika Serikat
Menanggapi protes, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menuduh bahwa demonstrasi tersebut dimanipulasi oleh 'musuh-musuh Iran'.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam untuk menyerang jika Iran mengambil tindakan keras terhadap demonstran, menyatakan, 'AS siap membantu' para pembangkang.
Ancaman ini semakin diperkuat oleh kekhawatiran AS yang akan mengintervensi jika otoritas Iran melaksanakan hukuman mati terhadap para demonstran yang ditangkap.
Peningkatan Kehadiran Militer AS di Kawasan
Sementara ketegangan meningkat, kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, dan sejumlah kapal perang lainnya tengah berlayar menuju Timur Tengah.
New York Times melaporkan bahwa sejumlah pesawat tempur juga sedang dipersiapkan untuk mendukung peningkatan kehadiran militer di kawasan tersebut.
Pentagon telah mengirimkan peralatan pertahanan udara, termasuk rudal pencegat, untuk melindungi pangkalan militer di wilayah tersebut dari potensi ancaman.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: