Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengelaskan penyebab kemunculan sinkhole yang menghebohkan di Nagari Situjua Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Munculnya fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat akan potensi bahaya yang ditimbulkan.
Penyebab Terjadinya Sinkhole
Fenomena sinkhole terjadi akibat runtuhnya lapisan batugamping di bawah permukaan tanah, dan ini dipicu oleh air hujan yang bersifat asam.
Menurut Adrin Tohari, proses ini berlangsung selama bertahun-tahun dan sering kali sulit dideteksi sebelum muncul ke permukaan.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Frekuensi dan Lokasi Kemunculan Sinkhole di Indonesia
Di Indonesia, sinkhole merupakan fenomena yang relatif sering terjadi, terutama di daerah dengan bentang alam karst.
Daerah seperti Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros dikenal rawan mengalami fenomena ini karena memiliki lapisan batugamping yang tebal.
Metode Deteksi dan Mitigasi Sinkhole
Deteksi dini terhadap potensi kemunculan sinkhole dapat dilakukan melalui survei geofisika.
Metode seperti georadar dan geolistrik mampu memetakan sebaran, kedalaman, dan ukuran rongga yang ada di bawah permukaan tanah.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: