Kamis, 15 JANUARI 2026 • 19:01 WIB

Danantara Siapkan Investasi Besar untuk BUMN Baru di Sektor Tekstil

Author

Danantara Siapkan Investasi Besar untuk BUMN Baru di Sektor Tekstil

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru di sektor tekstil.

Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer

Suntikan modal sebesar US$6 miliar atau sekitar Rp101,17 triliun dipersiapkan untuk mendirikan perusahaan tersebut.

Rencana Pembentukan BUMN Tekstil

Pembentukan BUMN baru di sektor tekstil tengah dibahas dalam Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dalam rapat tersebut, Airlangga menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan entitas yang sepenuhnya baru, bukan untuk menghidupkan kembali perusahaan yang telah ada sebelumnya.

Dalam diskusi yang berlangsung pada Minggu (11/1), Airlangga menjelaskan perlunya pemodelan pendanaan yang mendalam dan menyasar modal awal sebesar US$6 miliar. Modal ini akan ditujukan untuk meningkatkan kinerja sektor tekstil nasional dan membawa inovasi ke dalam industri yang memasuki era baru.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Tanggung Jawab Danantara dalam Pembentukan BUMN

Rosan Roeslani menyatakan komitmennya terhadap pembentukan BUMN tekstil baru. Ia mencatat bahwa keputusan untuk terlibat didasarkan pada keyakinan bahwa mereka dapat melakukan restrukturisasi perusahaan secara maksimal.

Menurut Rosan, penting untuk melakukan kajian kelayakan yang komprehensif sebelum investasi dilaksanakan. Hal ini mencakup berbagai aspek terkait profitabilitas dan penciptaan lapangan kerja, di mana ia mengungkapkan, 'Mungkin kita terbuka untuk menerima investasi yang secara return mungkin lebih rendah apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi.'

Konteks Ekonomi dan Tujuan Langkah Strategis

Rencana pembentukan BUMN tekstil ini muncul di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor tekstil, terutama setelah beberapa perusahaan besar, termasuk PT Sri Rejeki Isman (Sritex), mengalami kesulitan finansial. Rosan tidak mengkonfirmasi apakah langkah ini berkaitan langsung dengan upaya restrukturisasi Sritex.

Airlangga menggarisbawahi pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menjawab tantangan yang ada di sektor tekstil, sehingga BUMN yang baru dapat berfungsi secara optimal yang bermanfaat bagi perekonomian nasional.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU