Selasa, 13 JANUARI 2026 • 11:16 WIB

Ancaman Pencaplokan Greenland dan Nasib NATO: Suara Para Senator AS

Author

Ancaman Pencaplokan Greenland dan Nasib NATO: Suara Para Senator AS

Para senator di Amerika Serikat memberikan peringatan bahwa pencaplokan Greenland oleh AS dapat mengancam keberadaan NATO, aliansi pertahanan yang sudah ada sejak pasca Perang Dunia II.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Pernyataan ini muncul dari Senator Chris Murphy yang mengkhawatirkan konflik yang mungkin timbul antara AS dan sekutunya di Eropa jika rencana tersebut dijalankan.

Pernyataan Senator dan Dasar Hukum NATO

Dalam acara "Meet the Press" di NBC, Senator Chris Murphy menyatakan, "NATO akan memiliki kewajiban untuk membela Greenland, dan oleh karena itu mempertanyakan apakah kita akan berperang dengan Eropa, dengan Inggris, dengan Prancis."

Greenland, yang merupakan wilayah otonom Denmark, terikat oleh Pasal 5 Piagam NATO. Pasal ini menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota, dan telah digunakan sekali dalam sejarahnya untuk mendukung AS setelah serangan teroris pada 11 September 2001.

Reaksi Para Politikus Terkait Pencaplokan

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen juga memberikan reaksi negatif, menyebut rencana tersebut sebagai "sangat tidak sopan."

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan, "Jika Amerika Serikat menyerang negara NATO lain, semuanya akan berhenti."

Senator Mark Warner dari Partai Demokrat memperingatkan bahwa tindakan agresif terhadap Greenland bisa berpotensi menghancurkan NATO sepenuhnya.

Tanggapan Gedung Putih dan Rencana Ke Depan

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa keinginan pemerintah Trump untuk menguasai Greenland adalah 'prioritas keamanan nasional'.

Leavitt menambahkan, "Penggunaan Militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi Panglima Tertinggi."

Dari pihaknya, Presiden Trump mengklaim bahwa tanpa tindakan segera, wilayah tersebut akan diambil alih oleh negara-negara seperti Rusia atau China.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU