Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menekankan pentingnya posisi partainya sebagai penyeimbang dalam struktur demokrasi Indonesia.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dalam pidato penutupan Rakernas I PDIP yang berlangsung di Ancol, Jakarta Utara, ia mengungkapkan bahwa keputusan ini bukan bersifat netral, melainkan ideologis.
Partai Penyeimbang Sebagai Tanggung Jawab Ideologis
Megawati mengungkapkan, "Kita secara sadar dan bertanggung jawab memilih posisi sebagai kekuatan penyeimbang kekuasaan negara. Ini bukan sikap netral. Ini bukan posisi abu-abu. Ini adalah keputusan ideologis." Pernyataan ini mencerminkan bahwa PDIP memiliki pandangan tegas tentang tanggung jawabnya dalam struktur pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa mengambil posisi penyeimbang tidak berarti bersikap anti-pemerintah. "Kita mendukung setiap kebijakan negara yang berpihak kepada rakyat, yang menjamin keadilan sosial, memperkuat kedaulatan nasional, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup," tambahnya.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Kewajiban Mengoreksi Kebijakan Pemerintah
Megawati menekankan tanggung jawab PDIP untuk mengoreksi dan menentang kebijakan yang dinilai bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. "Dalam sistem demokrasi, pemerintahan bukan merupakan musuh personal. Namun, merupakan objek kritik kebijakan yang sah," ujarnya.
Ia menyatakan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari demokrasi yang sehat, menunjukkan bahwa PDIP bertindak sebagai pengawas dan penyeimbang nilai-nilai demokrasi.
Pesan Untuk Kader PDIP
Megawati mengingatkan para kader agar tidak bereaksi secara merugikan, menekankan perlunya menjaga PDIP sebagai kekuatan penyeimbang ideologis. "Kita tidak bertujuan menciptakan instabilitas, tetapi juga tidak akan membiarkan stabilitas dibangun dengan mengorbankan demokrasi, keadilan sosial, keadilan ekologis, dan kedaulatan rakyat," tegasnya.
Ia berharap bahwa seluruh kader memahami peran mereka dalam memperjuangkan nilai-nilai bangsa dan rakyat, menjaga stabilitas dan keharmonisan dalam politik Indonesia.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: