Senin, 12 JANUARI 2026 • 17:45 WIB

Kebakaran RDMP Pertamina: Isyarat Sabotase di Balik Insiden Dramatis

Author

Kebakaran RDMP Pertamina: Isyarat Sabotase di Balik Insiden Dramatis

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, baru-baru ini mengungkapkan sejumlah fakta menarik terkait kebakaran yang mengguncang proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar

Ia menyoroti bahwa insiden yang terjadi pada Mei 2024 ini diduga tidak semata-mata kecelakaan, melainkan ada kemungkinan adanya 'udang di balik batu'.

Kebakaran yang Mengguncang Proyek RDMP

Kebakaran di kilang Pertamina di Balikpapan terjadi pada 25 Mei 2024 dan mendapat perhatian luas. Bahlil menjelaskan bahwa proyek ini seharusnya dituntaskan pada awal bulan yang sama, namun insiden ini menjadi penghambat penting.

Dalam pernyataannya, Bahlil mengungkap, "Proyek RDMP ini banyak dramanya, kenapa?" Ia menyoroti bahwa kebakaran tersebut tidak hanya menggangu pembangunan tetapi juga mengarah pada pertanyaan mengenai keamanan proyek.

Kepastian akan penyebab kebakaran menjadi sorotan, dengan Bahlil menyatakan adanya indikasi kejadian yang mencurigakan, "Kami minta untuk investigasi ternyata barang ini ada udang di balik batu," yang menunjukkan kemungkinan perilaku sabotase.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Investigasi dan Dugaan Sabotase

Setelah terjadinya kebakaran, Bahlil segera memerintahkan tim dari Inspektorat Jenderal untuk melakukan investigasi menyeluruh. Ia menekankan pentingnya menyelidiki penyebab kebakaran yang dinilai tidak biasa ini.

Dalam laporan awal, Bahlil mengindikasikan bahwa kebakaran mungkin tidak semata-mata disebabkan faktor teknis, namun juga mungkin ada pihak-pihak luar yang berusaha menghalangi proyek swasembada energi di Indonesia.

Ia menyampaikan, "Tapi ini terbakar, ada bagian yang dibakar, saya tidak mengerti apakah dibakar karena terbakar, atau dibakar karena ada faktor lain," menegaskan perlunya penyelidikan lebih mendalam.

Tantangan Menuju Swasembada Energi

Bahlil menyoroti berbagai tantangan dalam pengembangan energi di Indonesia. Ia berpendapat bahwa ada pihak yang tidak ingin Indonesia mencapai swasembada energi.

Ia menegaskan, "Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan swasembada energi agar impor terus, impor terus, impor terus."

Bahlil optimis bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia dapat mencapai tujuan swasembada energi dalam waktu dekat, asalkan semua tantangan dapat diatasi.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU