Sebuah insiden taksi listrik di Karang Tengah, Kota Tangerang, menghebohkan warga ketika kendaraan ini mundur dan menabrak restoran ayam goreng. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang disebabkan oleh kelalaian sopir taksi.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Kepolisian setempat menyatakan bahwa insiden ini telah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak restoran dan sopir, di mana kerugian sebesar Rp 4 juta telah diganti oleh pihak taksi.
Detail Kejadian Tabrakan
Insiden ini terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 13.05 WIB. Taksi listrik yang dikemudikan oleh Saiful Hidayat (25) keluar dari parkiran rumah makan ayam goreng Almaz dan berbelok ke Jalan Raden Saleh.
Ketika berbelok, taksi listrik tersebut ditabrak oleh kendaraan tidak dikenal dari arah Ciledug, mengakibatkan kerusakan pada bodi samping. Saiful kemudian keluar untuk berbicara dengan pengemudi yang menabrak, namun ketika ia kembali ke taksinya, tiba-tiba kendaraan tersebut bergerak mundur tanpa kendali.
Akibatnya, taksi itu menabrak tiang lampu dan kaca depan restoran, yang membuat situasi semakin dramatis.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Penyelesaian Kasus dan Kerugian
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden M Jauhari, memberikan konfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penyelesaian insiden dilakukan secara kekeluargaan antara pihak restoran dan sopir taksi.
“Untuk kerugian toko sudah diganti rugi oleh pihak taksi,” ungkap Jauhari, menambahkan bahwa insiden ini adalah akibat kelalaian sopir taksi. Kerugian yang ditimbulkan dicatat sebesar Rp 4 juta.
“Murni kelalaian driver taksi. Untuk korban jiwa nihil dan proses penyelesaian dilakukan secara musyawarah,” paparnya.
Pemahaman dan Tindakan Lanjutan
Menurut Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Prapto Laksono, identitas kendaraan yang menabrak taksi tidak diketahui, dan pengemudinya melarikan diri setelah kejadian. Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menyelidiki insiden ini.
Prapto menambahkan bahwa kurangnya perhatian dari sopir taksi menjadi faktor penyebab kejadian tersebut. “Kurang konsentrasi dan hati-hati adalah faktor utama dalam insiden ini,” jelasnya.
Pentingnya perhatian pada keselamatan dan perlunya regulasi yang lebih ketat untuk kendaraan otonom di masa depan menjadi sorotan dalam kejadian ini.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: