Demonstrasi di Iran semakin melampaui batas, dengan pemerintah mengambil langkah drastis memutus koneksi internet di seluruh negeri.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Tindakan ini diambil setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei menyatakan bahwa para pengunjuk rasa berbuat kerusakan, sebagai respons terhadap protes yang melanda akibat inflasi dan ketidakpuasan pemerintah.
Pemutusan Internet dan Ancaman Terhadap Pengunjuk Rasa
Pemerintah Iran memutus koneksi internet secara nasional setelah Ali Khamenei memberikan peringatan kepada demonstran. Langkah ini bertepatan dengan meningkatnya reaksi terhadap protes yang berlangsung di berbagai daerah.
Khamenei menilai protes sebagai tindakan merusak dan menyebut para pengunjuk rasa sebagai pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataannya, Khamenei berkata, "Semalam di Teheran, sekelompok perusak dan perusuh datang dan menghancurkan bangunan milik negara."
Faksi oposisi di luar negeri yang dipimpin oleh Reza Pahlavi menyerukan tindakan lebih lanjut, mendorong masyarakat untuk 'turun ke jalan' dalam menanggapi tindakan pemerintah.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR
Kondisi di Lapangan dan Dampak dari Protes
Media pemerintah Iran menyiarkan gambar kerusakan serius yang dialami di kota-kota terdampak, termasuk kendaraan, gedung, dan infrastruktur publik yang terbakar. Jurnalis lokal menggambarkan situasi sebagai 'zona perang,' dengan laporan dari pelabuhan Rasht yang menunjukkan kondisi hancur.
Sejak protes dimulai, banyak warga mengekspresikan kekecewaannya terhadap masalah ekonomi, khususnya inflasi yang terus melambung. Krisis ini semakin parah akibat tindakan represif pemerintah yang dinilai berlebihan.
Protes yang meluas juga mendorong seruan untuk perubahan rezim, dengan aksi demonstrasi berlangsung hampir di seluruh wilayah Iran. Khamenei meminta agar demonstran 'ditempatkan pada tempatnya,' yang justru meningkatkan kemarahan publik.
Upaya Pemerintah untuk Meredakan Krisis
Menghadapi demonstrasi yang meluas, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, berupaya mendorong dialog dengan masyarakat dan menyusun rencana pemulihan ekonomi. Pemerintah berusaha meredakan ketegangan dengan langkah-langkah yang komunikatif.
Namun, sikap Khamenei yang terus menuduh para pengunjuk rasa sebagai agen asing dan merusak citra masyarakat hanya memperkuat tuntutan untuk reformasi. Ini menciptakan ketegangan baru di kalangan rakyat yang tidak puas terhadap penanganan pemerintah.
Akibatnya, protes terus berlanjut, dengan laporan dari berbagai organisasi yang menunjukkan peningkatan ketegangan di lapangan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: