Seorang wanita bernama Khairun Nisa mengalami penipuan saat berusaha mendaftar sebagai pramugari di Batik Air, kehilangan uang hingga Rp30 juta. Modus operandi pelaku disampaikan oleh pihak kepolisian untuk memberikan gambaran kepada masyarakat.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Setelah tertipu, Nisa terpaksa berpura-pura menjadi pramugari dan berupaya menutupi kebenaran dari keluarganya melalui unggahan palsu di media sosial. Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta pun mengingatkan agar semua orang lebih waspada terhadap penipuan semacam ini.
Mengungkap Modus Penipuan
Nisa, yang asalnya dari Palembang, datang ke Jakarta setelah mendapatkan izin dari ibunya untuk mencari pekerjaan sebagai pramugari. Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono menjelaskan bahwa Nisa diperkenalkan kepada seseorang yang mengklaim bisa membantunya mendapatkan pekerjaan di maskapai.
"Yang bersangkutan itu orang Palembang, tinggal di Palembang dia ke Jakarta izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari. Kemudian datang ke Jakarta dia, ketemu seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan memberikan sejumlah uang," ungkap Yandri.
Pelaku meminta Nisa untuk membayar Rp30 juta dengan janji akan mendapatkan posisi yang diinginkannya. Setelah mentransfer uang tersebut, pelaku hilang dan tidak dapat dihubungi sama sekali.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Dampak yang Dialami Nisa
Setelah menyadari bahwa dirinya telah tertipu, Nisa merasa malu dan berusaha mempertahankan reputasi di hadapan keluarganya. Ia mulai berpura-pura dengan membuat unggahan di media sosial yang menunjukkan seolah-olah ia telah sukses menjadi pramugari.
"Karena keburu malu dan tidak mau mengecewakan ibunya yang membantu dia dalam prosesnya itu, dia mengaku ke keluarganya kalau dia sudah bekerja," tambah Yandri, menjelaskan kondisi Nisa pasca penipuan.
Postingan palsu tersebut ditujukan untuk meyakinkan orang tuanya bahwa ia telah berhasil meraih impiannya, meskipun realita sebenarnya sangat berbeda.
Peringatan dari Pihak Kepolisian
Polisi memberikan peringatan agar masyarakat lebih hati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengaku menawarkan pekerjaan. Yandri menegaskan pentingnya mengikuti prosedur resmi dalam melamar pekerjaan, terutama untuk posisi-seperti pramugari.
"Buat masyarakat yang mau menjadi pramugari untuk tidak menggunakan atau melalui orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan memberikan sejumlah uang terus bisa menjanjikan. Ikuti saja aturannya SOP yang ada," terang Yandri.
Imbauan ini menekankan pentingnya selalu memverifikasi informasi dan prosedur yang tepat agar tidak menjadi korban penipuan yang merugikan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: