Kamis, 08 JANUARI 2026 • 16:41 WIB

Serangan Militer AS di Venezuela: 100 Tewas dalam Upaya Penangkapan Maduro

Author

Serangan Militer AS di Venezuela: 100 Tewas dalam Upaya Penangkapan Maduro

Operasi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat pada 3 Januari di Venezuela mengakibatkan sedikitnya 100 orang tewas. Serangan ini ditujukan untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro dan menyebabkan banyaknya korban di antara anggota militer serta warga sipil.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, memberikan keterangan bahwa di antara yang tewas terdapat 24 personel militer. Selain itu, serangan ini juga melukai banyak orang lainnya dan kondisi Presiden Maduro dilaporkan stabil.

Detail Operasi Militer dan Korban Jiwa

Menurut laporan dari otoritas Venezuela, operasi yang berpusat di Caracas melibatkan pengeboman dan penyerbuan oleh pasukan khusus AS. Dalam serangan tersebut, Diosdado Cabello menyatakan, 'Sejauh ini -- dan maksud saya sejauh ini -- ada 100 orang tewas dan jumlah yang sama terluka. Serangan terhadap negara kita sangat mengerikan.'

Lima Laksamana juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut, namun rincian lebih lanjut mengenai proporsi korban militer dan sipil belum tersedia. Insiden ini menunjukkan escalasi konflik antara Venezuela dan AS yang telah berlangsung lama.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Penangkapan dan Kondisi Presiden Maduro

Dalam konteks penangkapan, baik Presiden Maduro maupun istrinya, Cilia Flores, dilaporkan mengalami luka namun kini tengah dalam masa pemulihan. Media di AS melaporkan bahwa pada sidang perdana di Manhattan, New York, pada tanggal 5 Januari, keduanya terlihat mampu berjalan sendiri dan mengaku tidak bersalah atas dakwaan konspirasi narkoterorisme.

Keduanya juga mengklaim bahwa operasi tersebut adalah tindakan agresif dari pemerintah AS, yang dianggap mengancam kedaulatan Venezuela. Hal ini semakin memperburuk ketegangan antara kedua negara.

Reaksi Pejabat AS dan Dampak Internasional

Pejabat AS merilis laporan yang mencatat antara 75 hingga 80 orang tewas, termasuk tentara Venezuela dan personel keamanan Kuba. Menurut pemerintah Kuba, 32 anggota angkatan bersenjata mereka tewas dalam insiden ini, menandakan adanya keterlibatan internasional dalam upaya mempertahankan kepemimpinan Maduro.

Situasi ini menunjukkan bahwa selama 12 tahun pemerintahan Nicolas Maduro, ia telah bergantung pada perlindungan dari tentara-tentara Kuba terlatih, yang menambah kompleksitas situasi keamanan di kawasan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU