Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera meningkat menjadi 1.129 orang, dengan tambahan 17 jiwa baru dari beberapa provinsi. Data ini diumumkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Sebagian besar korban berasal dari Aceh, sementara jumlah pengungsi kini mencapai 496.293 jiwa, menunjukkan keparahan bencana ini. Upaya penanganan dan bantuan masih diperlukan untuk meringankan dampak bencana.
Rekapitulasi Korban Meninggal
BNPB melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, menyatakan bahwa penambahan korban meninggal ini mencakup 17 jiwa dari rekapitulasi tiga provinsi. Ia menyampaikan, "Per hari ini, rekapitulasi tiga provinsi mengalami penambahan 17 jiwa, sehingga untuk korban meninggal dunia itu total menjadi 1.129 jiwa."
Dalam rincian terbaru, Aceh mencatat korban terbanyak dengan 14 jiwa, sementara Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Sumatera Barat masing-masing mencatat satu jiwa. Data ini menggambarkan dampak besar bencana di provinsi-provinsi tersebut.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Korban Hilang dan Pengungsi
Abdul Muhari juga menjelaskan bahwa jumlah korban hilang telah berkurang, saat ini berada di angka 174 jiwa. Penurunan jumlah ini memberikan sedikit harapan di tengah tradisi bencana yang mengancam berlangsung lebih lama.
Di sisi lain, jumlah pengungsi yang mengungsi akibat bencana telah mencetak angka hampir setengah juta, mencapai 496.293 jiwa. Hal ini menuntut perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait untuk segera memberikan bantuan.
Status Tanggap Darurat dan Pelaksanaan Bantuan
BNPB juga mengabarkan terdapat perubahan status penanganan bencana di tiga provinsi, di mana 12 kabupaten/kota sekarang berpindah dari status Tanggap Darurat menjadi status Transisi Darurat. Abdul Muhari menjelaskan, "Saat ini, 12 kabupaten/kota sudah bergeser dari status Tanggap Darurat ke status Transisi Darurat."
Dari 12 kabupaten/kota tersebut, terdapat 4 yang berada di Aceh, dan masing-masing 4 di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Meski ada upaya dari beberapa wilayah untuk memperpanjang status Tanggap Darurat, kegiatannya di lapangan mulai ditingkatkan, termasuk persiapan untuk pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap).
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: