Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya percepatan penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Ia menyebut kondisi di daerah ini memerlukan perhatian lebih dibandingkan daerah lain yang juga terdampak bencana.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Banjir dan longsor yang terjadi akibat curah hujan tinggi dan deforestasi masif telah mengubah wajah sejumlah wilayah, termasuk Aceh. Tito menjelaskan bahwa kerusakan yang terlihat dari udara menunjukkan betapa parahnya dampak bencana ini.
Mobilisasi Sumber Daya Secara Nasional
Tito mengungkapkan bahwa sejak hari pertama terjadinya bencana, instruksi untuk mobilisasi nasional telah diberikan oleh Presiden RI. Langkah ini melibatkan pembagian tugas antara berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi.
Pemerintah pusat berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan lembaga terkait lainnya dalam menangani bencana ini. Integrasi semua pihak bertujuan untuk mempercepat pemulihan di daerah yang terkena dampak.
Keterlibatan berbagai instansi ini diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan dan layanan dasar kepada masyarakat di Aceh Tamiang.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Akses Cadangan Beras untuk Korban Bencana
Dalam penanganan yang lebih holistik, Tito juga menyoroti pentingnya ketersediaan cadangan beras nasional untuk mendukung daerah terdampak. Ia menegaskan bahwa akses ke cadangan beras Bulog dapat dilakukan tanpa batas selama ada permintaan resmi dari kepala daerah.
Tito menjelaskan lebih lanjut, "Sepanjang untuk kepentingan bencana itu dapat dikeluarkan tanpa biaya. Ini bukan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan yang dijual murah. Bukan, ini tanpa biaya, gratis berapa pun juga diminta asal bisa dipertanggungjawabkan."
Keputusan ini bertujuan mengurangi beban masyarakat yang mengalami kesulitan akibat bencana.
Prioritas Pembersihan dan Pendataan Kerusakan
Mendagri Tito Karnavian menggarisbawahi pentingnya pembersihan lumpur dari fasilitas umum dan perumahan sebagai langkah awal. Dia menyatakan, "Pembersihan ini nomor satu menurut saya, pembersihan ini dari lumpur-lumpur ini."
Lebih lanjut, Tito meminta kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan pendataan kerusakan rumah secara rinci. Ini dirasa penting untuk memudahkan proses penyaluran bantuan yang diperlukan.
Kehadiran negara diharapkan dapat terlihat nyata dalam usaha membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti ini.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: