Asnawi Mangkualam, kapten Timnas Indonesia, membagikan alasan di balik kegagalan timnya untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Kekalahan dalam dua pertandingan kualifikasi telah mengakhiri ambisi mereka untuk mencapai turnamen bergengsi tersebut.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Timnas harus merasakan pahitnya kekalahan 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak di ronde keempat. Asnawi menekankan perlunya penilaian realistis mengenai kualitas keseluruhan para pemain.
Perjalanan Kualifikasi Timnas Indonesia
Timnas Indonesia memasuki kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan penuh harapan, namun harus menghadapi kenyataan pahit di ronde keempat. Dalam fase ini, tim menderita dua kekalahan yang menutup jalan mereka menuju impian bersejarah.
Kekalahan 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 melawan Irak menggambarkan perjuangan maksimal tim yang tidak berbuah manis. Hasil ini membuat banyak pihak, termasuk penggemar dan pengamat, melakukan evaluasi mendalam.
Asnawi Mangkualam sebagai kapten tim menyadari tantangan berat yang dihadapi skuad Garuda dalam setiap laga. Ia mencatat bahwa banyak perubahan dalam komposisi tim menjadi faktor yang tidak mudah dihadapi selama kualifikasi.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Kualitas Pemain Timnas dan Program Naturalisasi
Asnawi juga menjelaskan peran program naturalisasi yang membawa pemain diaspora dari Eropa seperti Jay Idzes dan Emil Audero. Meskipun bertujuan untuk memperkuat tim, pelatih dan manajemen harus menguji ketahanan serta kesiapan para pemain di level internasional.
Walaupun pemain yang didatangkan terlihat menjanjikan, Asnawi menggarisbawahi bahwa kualitas pemain Timnas Indonesia masih belum memadai untuk berkompetisi di Piala Dunia. Dalam pandangannya, "Buat saya hanya ada lima sampai tujuh pemain yang layak ke Piala Dunia," menegaskan adanya jarak yang masih perlu dijembatani.
Analisa tersebut berlandaskan pada pengalaman langsung Asnawi selama proses kualifikasi. Ia berharap tim dapat menggunakan pengalaman ini untuk memperbaiki diri di masa mendatang.
Reaksi Pasca Kegagalan
Kegagalan untuk lolos ke Piala Dunia 2026 memberi dampak emosional yang mendalam bagi Asnawi. Ia mengungkapkan perasaannya yang terpukul setelah menjalani usaha panjang yang berakhir tanpa hasil sesuai harapan.
Dalam penuturannya, Asnawi mengatakan, "Saya menangis. Sumpah. Pasti kecewa karena berjuang dari round 1 masih melawan Brunei, berjuang dari awal, sama-sama semua." Ini mengungkapkan rasa sakit yang ia rasakan atas hasil akhir yang tidak mencerminkan usaha yang telah dilakukan.
Lebih lanjut, Asnawi menekankan pentingnya sikap realistis terhadap situasi tim saat ini dan menjelaskan nilai pelajaran yang bisa diambil dari proses kualifikasi walaupun hasilnya tidak memenuhi target yang diinginkan.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: