Senin, 22 DESEMBER 2025 • 11:00 WIB

Kemarahan Pria Bela Lansia yang Ditolak Belanja di Roti'O Menyentuh Isu Pembayaran Tunai

Author

Kemarahan Pria Bela Lansia yang Ditolak Belanja di Roti'O Menyentuh Isu Pembayaran Tunai

Sebuah video viral baru-baru ini memperlihatkan seorang pria marah saat melihat seorang lansia ditolak bertransaksi di gerai Roti'O karena tidak memiliki fitur QRIS.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Pihak manajemen Roti'O pun telah memberikan pernyataan resmi untuk meminta maaf dan berjanji akan melakukan evaluasi internal terkait kebijakan pembayaran mereka.

Klarifikasi Manajemen Roti'O

Manajemen Roti'O menegaskan bahwa penerapan sistem pembayaran non-tunai di outlet mereka bertujuan untuk memberikan kemudahan serta berbagai promo bagi pelanggan.

Dalam pernyataan resmi mereka, pihak Roti'O mengungkapkan, 'Kami mohon maaf atas kejadian yang beredar dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.'

Selain itu, mereka juga menginformasikan bahwa evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan akan segera dilakukan.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Kronologi Kejadian di Media Sosial

Dalam video yang viral tersebut, tampak seorang pria berbaju hitam berdebat dengan pelayan Roti'O setelah seorang nenek ditolak saat bertransaksi.

Pria itu dengan tegas menyatakan, 'Iya itu makanya kubilang, uang cash itu tetap harus kalian terima, masak harus QRIS, nenek-nenek itu kan nggak ada QRIS-nya, gimana?'

Perdebatan ini menjadi viral di media sosial dan memicu diskusi tentang pentingnya penerimaan uang tunai di toko-toko.

Pernyataan dari Bank Indonesia

Donny Bayu Purnomo, Deputi Gubernur Bank Indonesia, menegaskan bahwa semua merchant di Indonesia wajib menerima pembayaran menggunakan uang tunai.

Menurutnya, dalam konteks pembayaran digital yang semakin meningkat, 'Menurut Pasal 21 UU Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011, setiap orang dilarang menolak untuk menerima rupiah sebagai alat pembayaran di wilayah NKRI.'

Ia juga menambahkan bahwa meskipun ada dorongan menuju digitalisasi, penting bagi merchant untuk tetap menerima uang tunai, karena tidak semua konsumen dapat mengakses sistem pembayaran digital.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU