Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 20:40 WIB

Menelusuri Risiko Kolesterol Tinggi pada Individu Bertubuh Kurus

Author

Menelusuri Risiko Kolesterol Tinggi pada Individu Bertubuh Kurus

Banyak orang percaya bahwa tubuh kurus selalu identik dengan kesehatan yang baik, terutama terkait penyakit jantung. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa individu ramping juga dapat mengalami kolesterol tinggi yang tidak terdeteksi selama bertahun-tahun.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Menurut laporan dari Times of India, faktor genetik berperan lebih besar dalam kadar kolesterol daripada sekadar berat badan. Ini menegaskan bahwa meski menjaga pola makan, risiko kesehatan tetap ada pada orang kurus.

Alasan Kolesterol Tinggi pada Orang Kurus

Kolesterol dalam tubuh sebagian besar diproduksi oleh hati, meskipun bagian lainnya berasal dari makanan. Pada individu kurus, peningkatan kadar kolesterol seringkali terkait dengan faktor genetik, di mana hati mereka diprogram untuk memproduksi LDL (Low Density Lipoprotein) dalam jumlah berlebih.

Meski menjaga pola makan dan berolahraga, individu ini masih bisa memiliki kadar kolesterol yang berbahaya. Penelitian oleh Z. Vaezi dan Global Lipids Genetics Consortium menunjukkan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan pembentukan plak di arteri lebih cepat, sehingga meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Kondisi Genetik Penyebab Kolesterol Tinggi

Salah satu kondisi genetik yang sering berkontribusi terhadap kolesterol tinggi adalah Hiperkolesterolemia Familial (FH). C. Pirazzi mengemukakan bahwa mutasi genetik ini bisa menjadi penyebab utama penyakit jantung dini pada individu yang secara penampilan terlihat sehat.

Perkiraan menunjukkan FH memengaruhi sekitar 1 dari 200 hingga 250 orang di seluruh dunia. Masalah ini muncul akibat kerusakan pada gen seperti LDLR, APOB, atau PCSK9, yang menghalangi tubuh dalam membersihkan LDL dari sirkulasi darah.

Pentingnya Skrining Kesehatan Keluarga

American Heart Association (AHA) menyatakan bahwa kolesterol tinggi sering kali merupakan kondisi 'penyakit keluarga'. Jika terdapat riwayat serangan jantung dini dalam keluarga, sangat dianjurkan agar semua anggota melakukan skrining kesehatan.

Skrining ini dapat mencakup Panel Lipid Puasa yang mengukur kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Tes genetik untuk FH juga sangat penting, terutama bagi mereka dengan kadar LDL yang tinggi dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU