Google mengingatkan pengguna Gmail untuk lebih waspada terhadap meningkatnya kasus penipuan melalui email. Penipuan ini semakin marak seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan di tangan penjahat siber.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Meskipun telah memblokir lebih dari 99,9% serangan phishing, diperkirakan ada sekitar 2,5 juta pengguna Gmail yang masih terancam. Ini menjadi pertanda pentingnya menjaga keamanan dalam berkomunikasi melalui email.
Peningkatan Risiko Penipuan Email
Dalam pernyataan terbaru, Google mengungkapkan bahwa serangan penipuan, terutama yang berhubungan dengan malware, semakin marak. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) ternyata juga turut berkontribusi pada tingginya angka penipuan.
"Dengan lebih dari 2,5 juta pengguna Gmail, kami saat ini menyebarkan model AI untuk memperkuat pertahanan keamanan di Gmail," ungkap Google, sebagaimana dikutip dari Forbes.
Para ahli keamanan seperti McAfee memperingatkan bahwa meskipun AI digunakan untuk melindungi pengguna, penyerang juga dapat memanfaatkan teknologi yang sama untuk merancang serangan yang lebih meyakinkan.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Alternatif dan Solusi untuk Keamanan Email
Salah satu langkah yang dapat diambil untuk melindungi privasi pengguna adalah dengan menyembunyikan alamat email dari potensi penipuan. Apple, sebagai salah satu perusahaan teknologi terkemuka, memperkenalkan fitur 'Hide My Email' yang memungkinkan pengguna menciptakan alamat email unik untuk situasi tertentu.
"Untuk menjaga kerahasiaan alamat email pribadi Anda, Anda dapat membuat alamat email unik yang diteruskan ke akun email pribadi Anda," jelas Apple mengenai fitur tersebut.
Google juga meluncurkan fitur 'Shielded Email', yang memungkinkan pengguna membuat alamat email alias untuk penggunaan tertentu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan komunikasi tanpa perlu membagikan alamat email utama.
Tips Proaktif Menghindari Penipuan
Meskipun Google terus meningkatkan sistem deteksi spam dan penipuan, pengguna juga diharapkan untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan email mereka. Penggunaan fitur 'Hide My Email' di Apple atau 'Shielded Email' di Android dapat menjadi langkah awal yang baik.
Disarankan juga untuk membuat alamat email baru yang tidak terintegrasi dengan layanan lain, guna menambah lapisan perlindungan ekstra. Kewaspadaan tinggi saat menerima email sangat penting.
"Jangan mengklik tautan apapun yang terdapat dalam inbox, meskipun terlihat berasal dari institusi resmi," tambah peringatan dari para ahli keamanan siber.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: