Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 14:10 WIB

Diskualifikasi Naphat Warasin: Kontroversi e-Sports Thailand di SEA Games 2025

Author

Diskualifikasi Naphat Warasin: Kontroversi e-Sports Thailand di SEA Games 2025

Atlet e-sports Thailand, Naphat Warasin yang dikenal sebagai Tokyogurl, didiskualifikasi dari SEA Games 2025 akibat pelanggaran serius terkait penggunaan perangkat keras. Kejadian ini mengakibatkan Thailand harus mundur dari kejuaraan saat pertandingan semifinal berlangsung.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Keputusan ini tidak hanya mencoreng reputasi Tokyogurl tetapi juga menimbulkan dampak signifikan bagi tim e-sports Thailand, yang saat itu tengah bersaing di pentas internasional.

Pelanggaran yang Memicu Diskualifikasi

Tokyogurl didiskualifikasi pada 16 Desember 2025 setelah terbukti melanggar regulasi 9.4.3 mengenai penggunaan perangkat keras di pertandingan. Ia diketahui menggunakan perangkat keras yang dimodifikasi secara ilegal oleh pihak ketiga dalam pertandingan melawan Vietnam, di mana Thailand kalah dengan skor 0-3.

Keputusan diskualifikasi diambil setelah investigasi mendalam dari departemen teknis SEA Games menemukan bukti kuat terkait pelanggaran oleh Tokyogurl. Diskualifikasi ini menandai langkah tegas pihak penyelenggara terhadap pelanggaran yang dapat merusak integritas kompetisi.

Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat

Reaksi Federasi E-Sport Thailand

Setelah keputusan tersebut, Federasi E-Sport Thailand mengambil langkah dramatis dengan menarik tim wanita dari SEA Games 33, di mana Thailand bertindak sebagai tuan rumah. Hal ini dilakukan meskipun tim Thailand tengah unggul dalam pertandingan semifinal saat itu.

Presiden Asosiasi E-Sports Thailand menyatakan, "Kami menghormati setiap aturan, menghormati persahabatan dan semangat olahraga. Apa yang terjadi adalah masalah serius dan di luar kendali." Penarikan tim ini otomatis menempatkan Thailand sebagai tim yang kalah melawan Laos, mengakhiri mimpi mereka di turnamen.

Kontroversi dan Dampak Lanjutan

Selama proses seleksi, ditemukan laporan bahwa Tokyogurl terlibat dalam manipulasi data dengan menggunakan pihak lain untuk menggantikan posisinya saat bertanding. Tindakan ini semakin menambah kontroversi dalam kasus diskualifikasi tersebut.

Selain itu, Tokyogurl mendapatkan kecaman publik setelah menampilkan gesture kurang pantas dengan mengacungkan jari tengah ke kamera, yang menimbulkan kemarahan di antara penggemar. Akibat mundurnya Thailand, Laos melanjutkan ke final namun akhirnya kalah dari Vietnam, meraih medali perak dalam ajang Arena of Valor putri.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU