Empat orang tewas di dalam mobil di ruas Tol Pejagan-Pemalang, KM 284, diduga akibat keracunan gas mematikan. Kejadian mengejutkan ini terungkap pada Kamis dini hari, 11 Desember 2025.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Jenazah keempat korban yang telah diautopsi di RSUD Suselo Slawi menunjukkan tanda-tanda mati lemas, tanpa ditemukan luka atau bekas kekerasan.
Detail Kejadian di Tol Pejagan-Pemalang
Insiden ini bermula sekitar pukul 01.00 WIB ketika mobil Toyota Kijang Kapsul berwarna silver dengan nomor polisi B 1973 KVA terhenti di KM 250. Sopir yang tampak lemah saat itu ditawari untuk dirujuk ke rumah sakit, namun ia menolak.
Sekitar pukul 06.00 WIB, mobil tersebut ditemukan kembali di KM 284+800 oleh petugas tol. Meski sudah mengetuk pintu dan jendela mobil, tidak ada respon, sehingga pihak tol melaporkan kejadian ini kepada Polres Tegal.
Keberadaan mobil yang terparkir dan tidak bergerak dalam waktu lama menimbulkan kecurigaan. Melihat situasi ini, pihak keamanan tol mengambil langkah cepat untuk melaporkan kepada pihak berwajib.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Proses Autopsi dan Hasil Awal
Autopsi terhadap keempat jenazah dilaksanakan pada malam hari pukul 23.00 WIB oleh tim Labfor Polda Jawa Tengah. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kematian mereka kemungkinan disebabkan oleh keracunan gas yang menyebabkan mati lemas.
Dr. Teguh Sukma Wibowo, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Suselo, menegaskan, 'Dari tanda-tanda pada jenazah, mereka mati lemas. Tidak ditemukan memar atau bekas senjata tajam.'
Keterangan ini mempertegas bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam kematian para korban. Ini menambah kejelasan mengenai sebab kematian yang masih perlu dianalisis lebih lanjut.
Identitas Korban dan Penanganan Selanjutnya
Korban yang ditemukan di dalam mobil terdiri dari IW (39) dan WY (38) asal Jatisari, Kota Bekasi, serta PRW (40) dari Bubakan, Pacitan, dan seorang balita. Jenazah sudah dipulangkan kepada keluarga masing-masing setelah proses autopsi selesai.
Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, menyatakan, 'Tim gabungan kemudian datang untuk menangani mobil ini,' menunjukkan adanya koordinasi antara pihak kepolisian dan pengelola tol untuk menangani insiden ini dengan serius.
Penanganan yang cepat dan efisien ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan mengurangi keresahan di masyarakat pasca kejadian.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: