Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, baru-baru ini mendapatkan kritikan publik menyusul pernyataannya mengenai donasi Rp10 miliar dari Ferry Irwandi untuk korban bencana di Sumatra.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Pernyataan tersebut diungkapkan dalam Rapat Kerja Komisi I dengan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, di Jakarta, yang memicu reaksi beragam dari masyarakat.
Kritik Terhadap Donasi dan Respons Ferry Irwandi
Dalam rapat tersebut, Endipat Wijaya mempertanyakan nilai donasi Rp10 miliar yang diberikan oleh Ferry Irwandi dan mengimplikasikan bahwa usaha individu kurang bernilai meskipun bantuan pemerintah mencapai triliunan.
Ia bahkan menyatakan, 'Orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara udah hadir dari awal,' menyoroti pentingnya kontribusi pemerintah dalam penanganan bencana.
Dari pernyataannya, terlihat bahwa Endipat ingin menekankan bahwa bantuan pemerintah tidak dapat dibandingkan dengan donasi individu belaka.
Ferry Irwandi, CEO Malaka Project, merespons dengan tenang melalui akun media sosialnya, menyatakan, 'Saya sama sekali tidak merasa amarah dan kesal, berkat dukungan luar biasa kawan-kawan semua.'
Permintaan Maaf dari Endipat Wijaya
Setelah pernyataannya viral dan mendapatkan banyak perhatian, Endipat Wijaya merasa perlu untuk meminta maaf kepada Ferry Irwandi.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Ferry mengonfirmasi permintaan tersebut melalui media sosial, mengatakan bahwa 'Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf, saya juga menerima itu karena enggaknya memelihara konflik di situasi seperti sekarang.'
Melalui permintaan maaf ini, kedua pihak menunjukkan bahwa komunikasi yang baik sangatlah penting dan berusaha untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Keduanya sepakat bahwa menghindari ketegangan yang tidak perlu di masyarakat sangat penting dalam konteks ini.
Dukungan Wakil Presiden Terhadap Inisiatif Warga
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, memberikan dukungan terhadap inisiatif warga seperti yang dilakukan oleh Ferry Irwandi.
Ia mengungkapkan bahwa gerakan gotong-royong yang muncul dari masyarakat merupakan bagian penting dalam penanggulangan masalah sosial di Indonesia.
'Gerakan warga bantu warga seperti yang dilakukan oleh banyak lembaga sosial, komunitas, hingga individu merupakan aksi nyata dari semangat gotong-royong dan kepedulian sosial,' ujarnya.
Dukungan Gibran memperkuat pentingnya kolaborasi antara individu dan pemerintah dalam upaya menghadapi bencana.
Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: