Penguatan Peran Kompolnas dan Mekanisme Pemilihan Kapolri: Apa yang Terjadi dalam Pertemuan Terkini
Menko Polkam sekaligus Ketua Kompolnas, Djamari Chaniago, baru-baru ini mengungkap hasil pertemuan penting mengenai penguatan Kompolnas dan mekanisme pemilihan Kapolri.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Pertemuan tersebut terjadi pada Selasa, 9 Desember 2025 dan mengundang banyak perhatian dari berbagai pihak, terutama menyangkut reformasi dalam tubuh kepolisian.
Penguatan Peran Kompolnas
Djamari Chaniago menegaskan bahwa penguatan peran Kompolnas sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengawasan kepolisian.
Dia menyatakan, "Kompolnas peran Kompolnas yang perlu diperkuat lagi, bukan hanya sekadar diperkuat ditambah manusianya, tetapi fungsinya harus diperkuat untuk itu, untuk bisa melakukan pengawasan sejak dari tahap awal sampai dengan tahap operasional yang dilaksanakan oleh Kapolri."
Pentingnya fungsi pengawasan yang kuat diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dalam operasional polisi.
Tidak hanya menambah jumlah personel, Kompolnas diharapkan bisa berfungsi lebih optimal dalam mengawasi tindakan kepolisian.
Mekanisme Pemilihan Kapolri
Agenda penting lain dalam pertemuan itu adalah pembahasan mekanisme pemilihan Kapolri yang melibatkan pakar hukum.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Djamari menjelaskan, "Kebetulan di tim Reformasi Kepolisian ini ada dua orang profesor yang ahli di bidang hukum tata negara, kemudian ditambah satu lagi profesor yang ahli di bidang hukum."
Proses ini dinyatakan kompleks dan membutuhkan legislasi yang mendalam, mengingat dampaknya yang signifikan bagi kepolisian.
Keterlibatan akademisi diharapkan bisa memberikan perspektif yang lebih baik dalam merumuskan sistem pemilihan yang transparan dan sesuai dengan hukum.
Isu Tambahan Terkait Polwan
Salah satu isu menarik yang terangkat dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya peningkatan jumlah polisi wanita (Polwan) di instansi kepolisian.
Djamari menambahkan, "Tambahan polwan supaya tidak seperti ini harus bisa mencapai angka 10 sampai dengan 15 persen kekuatan polwan."
Ia menekankan bahwa keberadaan Polwan sangat penting untuk berbagai aspek dalam pelayanan kepolisian.
Peningkatan jumlah Polwan dapat memberikan dampak positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: