Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 14:05 WIB

Hubungan Antara Illegal Logging dan Banjir di Indonesia

Author

Hubungan Antara Illegal Logging dan Banjir di Indonesia

Kegiatan penebangan ilegal di Indonesia memicu berbagai dampak serius, termasuk meningkatnya risiko banjir. Akibat penggundulan hutan tanpa kontrol, keseimbangan ekosistem terganggu, dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Baca juga: Kritik Penangkapan Direktur Lokataru Foundation: Tindakan Sewenang-wenang atau Perlindungan Kebebasan Berpendapat?

Banjir yang terjadi sering kali disebabkan oleh hilangnya kemampuan serapan air tanah akibat praktik ilegal ini. Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang keterkaitan antara penebangan liar dan kejadian banjir yang kerap melanda berbagai daerah.

Pengertian dan Praktik Illegal Logging

Illegal logging, atau penebangan ilegal, merupakan proses penebangan pohon tanpa izin resmi dari pihak berwenang. Praktik ini sering dilakukan oleh pelaku yang ingin meraup keuntungan cepat tanpa memikirkan dampak jangka panjang bagi lingkungan.

Di Indonesia, hutan tropis adalah salah satu sumber daya alam yang sangat berharga. Namun, illegal logging mengakibatkan hilangnya hutan yang berfungsi sebagai penyangga lingkungan dan penyerap air.

Daerah seperti Kalimantan dan Sumatera menjadi sasaran utama praktik ini, menciptakan kerusakan yang mengancam biodiversitas dan meningkatkan kemungkinan terjadinya bencana alam. Kerusakan ini tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam kehidupan masyarakat lokal.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Dampak Terhadap Lingkungan

Kerusakan yang ditimbulkan oleh illegal logging berdampak luas pada lingkungan. Fungsi hutan sebagai pengatur siklus air terganggu, sehingga membuat daerah tersebut menjadi lebih rawan terhadap bencana banjir.

Ketika pohon-pohon ditebang, tanah menjadi lebih mudah tergerus air. Lahan yang sebelumnya mampu menyerap hujan kini tidak lagi bekerja, menyebabkan air hujan langsung mengalir ke sungai dan badan air lainnya tanpa terserap.

Hilangnya penutup vegetasi juga menyebabkan meningkatnya sedimentasi di sungai. Dengan semakin banyaknya sedimen terangkut, aliran sungai menjadi lebih cepat dan meningkatkan risiko banjir bandang di daerah hilir.

Kasus Banjir yang Dipicu Illegal Logging

Salah satu contoh nyata dari dampak ini dapat dilihat pada banjir yang melanda wilayah hulu Sungai Ciliwung. Sejak adanya penebangan ilegal, intensitas banjir kian meningkat setiap tahunnya, merugikan masyarakat di sekitarnya.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penebangan liar di hulu sungai berkontribusi besar terhadap volume air yang mengalir ke hilir dengan cepat. Ini mengakibatkan banjir lebih parah saat hujan deras datang.

Di Kalimantan, banjir besar kerap terjadi setelah musim hujan, dengan penelitian menunjukkan bahwa area yang mengalami penebangan ilegal jauh lebih rentan dibandingkan dengan daerah yang masih terjaga hutannya. Kondisi ini menegaskan pentingnya perlindungan terhadap hutan untuk mencegah bencana.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU