Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengingatkan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi untuk berhati-hati dalam pernyataannya terkait Taiwan. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Jepang dan China.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dilansir dari Wall Street Journal, Trump menyarankan agar Takaichi tidak memperburuk hubungan dengan Beijing setelah berkomunikasi dengan Presiden China Xi Jinping mengenai isu kedaulatan pulau tersebut.
Latar Belakang Ketegangan Jepang dan China
Ketegangan yang meningkatkan antara Jepang dan China berakar dari isu Taiwan, dengan Jepang mengisyaratkan bahwa mereka akan mengambil tindakan militer jika terjadi serangan terhadap pulau tersebut. Pernyataan ini langsung mendapatkan respons negatif dari Beijing.
Media di China melaporkan bahwa pemerintah mereka telah memanggil duta besar Jepang untuk menyampaikan ketidakpuasan, bahkan mengeluarkan imbauan bagi warganya untuk tidak bepergian ke Jepang. Selain itu, produk laut Jepang pun dilarang masuk, dan beberapa film Jepang ditunda perilisan di pasar China.
Hal ini menunjukkan dampak langsung dari pernyataan Jepang yang dianggap provokatif oleh pihak China, memicu serangkaian langkah balasan dari pemerintahan Beijing.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Komunikasi Antara Trump dan Takaichi
Panggilan telepon antara Trump dan Takaichi berlangsung setelah Trump berkomunikasi dengan Xi Jinping, di mana Xi menekankan pentingnya isu Taiwan dalam 'tatanan internasional pasca perang'. Dalam komunikasi ini, Trump memberi saran agar Takaichi tidak lebih memperburuk ketegangan dengan China.
Meski Trump tidak secara eksplisit meminta Takaichi untuk mencabut komentarnya, saran ini dianggap cukup halus dan diplomatis. Takaichi mengonfirmasi bahwa dalam pembicaraan tersebut, mereka membahas hubungan bilateral yang semakin kompleks antara Jepang dan AS.
Kehati-hatian tampaknya menjadi kunci dalam menghadapi situasi yang sedang memanas, terutama ketika melibatkan dua kekuatan besar seperti China dan AS.
Respon yang Diambil oleh Jepang dan AS
Juru bicara kantor Takaichi menghindari memberikan komentar lebih lanjut tentang panggilan antara Takaichi dan Trump. Namun, beberapa pejabat Jepang mulai menunjukkan kekhawatiran bahwa pesan dari Trump dapat memperburuk ketegangan yang sudah ada dan merusak hubungan yang sedang dibangun dengan China.
Dari sisi Trump, ada keinginan untuk menjaga hubungan baik dengan Xi Jinping, mengingat kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya, termasuk peningkatan pembelian produk pertanian China dari AS dalam konteks perang dagang.
Kekhawatiran ini menyoroti betapa kompleksnya interaksi antara negara-negara besar, di mana setiap langkah diplomatik harus diperhitungkan dengan cermat untuk mencegah masalah lebih lanjut.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: