Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 11:58 WIB

Ketua Umum PBNU Hadiri Pertemuan di Pesantren Lirboyo di Tengah Ketegangan Organisasi

Author

Ketua Umum PBNU Hadiri Pertemuan di Pesantren Lirboyo di Tengah Ketegangan Organisasi

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, atau akrab disapa Gus Yahya, dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada hari ini, Kamis (27/11). Dalam kesempatan ini, ia diharapkan dapat membahas isu-isu internal yang tengah memanas di dalam organisasi.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Gus Yahya mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, terhambat karena belum adanya tanggapan atas permintaan audiensinya. Situasi ini semakin rumit setelah munculnya surat edaran yang meminta dirinya mundur sebagai Ketum PBNU.

Ketegangan Internal di PBNU

Konflik di tubuh Nahdlatul Ulama semakin memanas setelah rapat Syuriyah yang diadakan pada 20 November 2025. Rapat tersebut menghasilkan surat edaran meminta agar Gus Yahya mundur dalam waktu tiga hari setelah keputusan itu diterima.

Gus Yahya menyayangkan keputusan tersebut yang diambil tanpa memberi kesempatan untuk klarifikasi. "Saya dilarang memberikan klarifikasi. Itu yang paling saya sesalkan," ujarnya, menyoroti kurangnya komunikasi dalam pengambilan keputusan.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Respons Gus Yahya terhadap Surat Edaran

Surat edaran yang menyatakan bahwa Yahya tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum dianggapnya tidak sah. Gus Yahya menegaskan, "Saya masih tetap dalam jabatan saya sebagai Ketua Umum berdasarkan konstitusi organisasi dan juga berdasarkan pengakuan dari seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkatan di seluruh Indonesia."

Ia merasa keputusan tersebut diambil tanpa keabsahan yang jelas dan menunjukkan adanya perpecahan dalam organisasi. Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Wakil Rais Aam dan Katib PBNU tanpa konsultasi yang memadai.

Langkah Selanjutnya dan Upaya Mediasi

Gus Yahya menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan masalah yang ada dan telah mencoba menghubungi Miftachul Akhyar untuk menjadwalkan pertemuan. Namun, hingga saat ini belum ada respons yang memuaskan dari pihak terkait.

Ia mengisyaratkan akan mengirim pesan untuk meminta audiensi lebih lanjut, dan menegaskan pentingnya stabilitas dalam organisasi tersebut, yang telah berdiri selama lebih dari satu abad, dengan pernyataan, "Mungkin pada satu titik saya akan kirim pesan lagi untuk minta menghadap ya."

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU