Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, atau lebih dikenal sebagai Gus Yahya, dijadwalkan menghadiri Pesantren Lirboyo di Kediri pada hari ini untuk membahas masalah internal organisasi yang tengah memanas.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Pemanggilan ini berlangsung di tengah ketegangan yang muncul setelah keputusan rapat harian Syuriyah yang meminta Gus Yahya untuk mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum.
Ketegangan Internal di PBNU
Konflik dalam tubuh Nahdlatul Ulama semakin meningkat, terutama setelah rapat harian Syuriyah yang berlangsung pada 20 November 2025. Hasil dari rapat tersebut adalah surat edaran yang meminta Gus Yahya untuk mundur dalam waktu tiga hari setelah menerima keputusan.
Yahya menyatakan keprihatinannya terhadap keputusan yang diambil tanpa memberi kesempatan untuk klarifikasi lebih lanjut. 'Saya dilarang memberikan klarifikasi. Itu yang paling saya sesalkan,' ujarnya, mencerminkan ketidakpuasannya terhadap cara penanganan isu ini.
Respons Gus Yahya terhadap Surat Edaran
Surat edaran tersebut menyatakan bahwa Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, namun Gus Yahya dengan tegas menolak keputusan ini. Ia menegaskan, 'Saya masih tetap dalam jabatan saya sebagai Ketua Umum berdasarkan konstitusi organisasi dan juga berdasarkan pengakuan dari seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkatan di seluruh Indonesia.'
Ia juga menyoroti bahwa surat tersebut ditandatangani oleh Wakil Rais Aam PBNU dan Katib, tetapi merasa bahwa keabsahan surat tersebut diragukan, menunjukkan adanya perpecahan di dalam organisasi.
Langkah Selanjutnya dan Upaya Mediasi
Gus Yahya menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan yang tengah berlangsung. Ia telah mencoba menghubungi Miftachul Akhyar untuk menjadwalkan pertemuan demi membahas solusi konflik, meskipun belum mendapat respon yang memadai.
Dengan pernyataan, 'Mungkin pada satu titik saya akan kirim pesan lagi untuk minta menghadap ya,' mengisyaratkan niatnya untuk menemukan jalan tengah. Di tengah upaya menangani konflik internal, tercipta harapan untuk mengembalikan stabilitas dalam organisasi yang telah berdiri lebih dari satu abad.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: