Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan kesediaannya untuk berbicara dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dalam rangka menyelesaikan isu perdagangan narkoba antara kedua negara.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Pernyataan ini muncul setelah penetapan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing oleh AS, yang menambah ketegangan dalam hubungan diplomatik mereka.
Kesediaan untuk Berdialog
Dalam sebuah konferensi pers di Air Force One, Trump menyatakan bahwa ia siap untuk berdialog jika hal tersebut dapat memberikan solusi untuk masalah yang ada.
"Jika kita bisa menyelamatkan nyawa, jika kita bisa melakukannya dengan cara yang mudah, boleh saja. Dan jika kita memang perlu melakukannya dengan cara yang keras, itu juga tidak masalah," ujar Trump saat dalam perjalanan dari Washington D.C. ke Florida, seperti dilansir oleh Anadolu Agency.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Penetapan Cartel de los Soles sebagai Organisasi Teroris
Penetapan ini dilakukan setelah AS menuduh bahwa Cartel de los Soles, yang beroperasi dari Venezuela, bertanggung jawab atas sejumlah insiden kekerasan di wilayah AS, termasuk penyelundupan narkoba ke Washington dan Eropa.
Pemerintah AS menyatakan bahwa kartel tersebut dipimpin oleh Maduro beserta pejabat senior yang tidak mewakili pemerintahan sah, tuduhan ini semakin memicu ketegangan antara Washington dan Caracas.
Operasi Anti-Narkoba AS dan Reaksi Maduro
Hubungan antara AS dan Venezuela semakin memburuk setelah Trump memerintahkan operasi anti-narkoba di Karibia pada bulan Agustus lalu, yang ditentang keras oleh Maduro.
Maduro mengklaim bahwa operasi tersebut menyebabkan banyak korban jiwa, sementara pihak AS menargetkan kapal-kapal mencurigakan yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba. Ia menuduh tindakan tersebut sebagai usaha untuk menggulingkan pemerintahannya.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: