Paus Leo XIV menekankan pentingnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dengan bijaksana saat berbicara kepada lebih dari 15.000 remaja di Amerika Serikat.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Dalam sesi tanya jawab yang disiarkan langsung dari Vatikan, Paus mengingatkan agar remaja tidak meminta AI untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka.
Pesan tentang Kecerdasan Buatan
Dalam acara yang berlangsung di Indianapolis, Indiana, Paus Leo XIV menyebutkan bahwa AI merupakan 'salah satu fitur penentu zaman kita.' Ia mengingatkan para pemuda untuk tidak hanya bergantung pada teknologi dalam menyelesaikan tugas akademik.
Paus menyatakan, 'Menggunakan AI secara bertanggung jawab berarti menggunakannya dengan cara yang membantu Anda berkembang.' Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan pemimpin spiritual terhadap potensi penyalahgunaan teknologi oleh generasi muda.
Dalam penekanan yang kokoh, Paus mengingatkan bahwa tidak seharusnya AI digunakan untuk menyelesaikan tugas sekolah, yang menunjukkan pentingnya belajar secara mandiri dan bertanggung jawab.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kritik terhadap Kebijakan Anti-Imigrasi
Selain membahas teknologi, Paus Leo XIV juga memberikan kritik terhadap kebijakan anti-imigrasi yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Ia menuturkan, 'Yesus menginginkan orang Kristen menjadi orang yang membangun jembatan, bukan tembok,' menyoroti nilai inklusivitas dan empati terhadap imigran.
Paus juga menambahkan, 'Tolong berhati-hatilah untuk tidak menggunakan kategori politik untuk berbicara tentang iman, untuk berbicara tentang Gereja,' menunjukkan komitmen Gereja untuk menjaga netralitas politik.
Nasihat untuk Kaum Muda
Di samping isu AI dan imigrasi, Paus Leo memberikan saran bagi pemuda tentang cara mencari teman di lingkungan sekolah.
Ia berpesan agar pemuda tetap berpegang pada nilai-nilai iman Katolik dalam interaksi sosial mereka, dan mencari hubungan yang saling menguntungkan serta penuh kasih.
Menggarisbawahi pentingnya misi Gereja, Paus berkomentar, 'Gereja tidak termasuk dalam partai politik mana pun,' dan tujuan utama Gereja adalah membentuk hati nurani individu agar dapat bertindak dengan bijaksana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: